"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, February 9, 2016

Nasihat dalam Seni Menulis Cerita Pendek

9:34 AM Posted by Wawan Kurn 2 comments
Roberto Bolaño


Kini, usiaku mencapai 44 tahun, saya memiliki beberapa nasihat yang dapat dipelajari sebagai seni dalam menulis cerita pendek. 1) Jangan pernah menyelesaikan ceritamu satu per satu. Sungguh, jika kamu menyelesaikan mereka satu per satu maka kamu akan menulis cerita yang sama hingga hari kematianmu tiba. 2) Sangat baik untuk menulis tiga cerita pendek dalam waktu yang bersamaan, atau lima sekaligus. Jika kau memiliki energi lebih, tulis sembilan sekaligus, atau lima belas sekaligus. 3) Waspadalah: tergoda untuk menulis cerpen dengan berpasangan, itu sama berbahayanya dengan memutuskan untuk menulis satu demi satu  —  itu agak merusak efek dari cermin cinta yang semestinya melahirkan nuansa melankoli. 4) Kamu wajib membaca Quiroga, kamu wajib membaca Felisberto Hernández, kamu wajib membaca Borges. Kamu wajib membaca Rulfo dan Monterroso. Seorang penulis cerita pendek yang menghormati semua karya penulis tadi tidak akan pernah membaca Cela atau Umbral. Ia akan membaca Cortázar dan Bioy Casares, tapi tanpa maksud tertentu hindari Cela dan Umbral.  5) Biar kuulangi sekali lagi, kasus ini rupanya belum cukup jelas: Cela dan Umbral sudah semestinya dihindari sebab mereka seperti wabah penyakit. 6) Seorang penulis cerita pendek wajib berani. Sedih jika harus mengatakannya, tapi itu benar. 7) Penulis cerita pendek sering kali menyombongkan diri telah membaca Petrus Borel. Faktanya, penulis cerita pendek terkenal dengan gagal dalam meniru gaya Petrus Borel. Kesalahan terbesar: mereka semestinya telah mempersiapkan cara mengimitasi apa yang telah dilakukan oleh Petrus Borel. Tapi kebenarannya adalah mereka sulit mengetahui apapun tentang Petrus Borel! Atau tentang Gautier, atau Nerval! 8) Ayo buat sebuah perjanjian. Baca Petrus Borel, gunakan gaya seperti Petrus Borel, tapi baca juga Jules Renard dan Marcel Schwob, khususnya Marcel Schwob, dan setelah itu Alfonso Reyes, dan kemudian Borges. 9) Kejujuran terbesar bahwa  jika kita membaca Edgar Allan Poe itu sudah lebih dari cukup. 10) Pertimbangkan poin kesembilan. Pertimbangkan dan renungi. Ini belum terlambat. Kamu harus mempertimbangkan poin ke sembilan. Jika memungkinkan: kau mesti berlutut. 11) Sangat direkomendasikan buku-buku dan penulis: On the Sublime, oleh Longinus; the sonnets of brave, ill-fated oleh Philip Sidney, yang juga menulis biografi Lord Brooke; the Spoon River Anthilogy oleh Edgar Lee Masters; Suicidios ejemplares [Exemplary Suicides], oleh Enrique Vila-Matas; dan While the Women Are Sleeping, oleh Javier Marías. 12) Baca buku-buku itu dan jug abaca Chekhov dan Raymond Carver. Satu di antara dua dari penulis tadi adalah penulis cerita pendek terbaik yang dihasilkan abad ini. 

*Diterjemahkan oleh Wawan Kurniawan dari "Advice on the Art of Writing Short Stories", Between Parentheses: Essays, Articles and Speeches, 1998-2003 (2011, New Directions) karya Roberto Bolaño. Terjemahan bahasa Inggris oleh Ignacio Echevarria.

2 comments:

  1. Seperti Poe, juga Chekov dan Carver, cerpen-cerpen Bolano ini kesukaan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal, blog bang Arif keren :)

      Delete