Hyperloop, Solusi Transportasi Modern Berteknologi Tinggi di Indonesia?

Di dalam beberapa film, kita kerap kali menemukan transportasi modern berteknologi tinggi. Salah satunya di film Blade Runner (1982) yang baru-baru ini merilis sekuelnya Blade Runner 2049. Melalui film yang dibintangi Harrison Ford ini, kita bisa melihat mobil terbang seperti di film sebelumnya. Tentu saja transportasi “mobil terbang” ini kerap muncul dibayangan kita – terlebih lagi saat kita terjebak di tengah kemacetan. Transportasi modern berteknologi tinggi menjadi satu langkah yang kini ditempuh oleh Kementrian Perhubungan. Kabar baiknya, menteri perhubungan, Budi Karya Sumadi yang telah menjabat di kabinet Jokowi sebelumnya, kembali dipanggil untuk melanjutkan programnya. Tentu saja, kita bisa menaruh harapan atas berbagai solusi yang nanti akan ditawarkan. Mengingat kinerja serta pencapaian Kementerian Perhubungan 5 tahun terakhir layak kita berikan apresiasi. 

Pencapaian Kementrian Perhubungan 5 tahun terakhir ini sesuai Rencana Strategis Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2015-2019, pemerintah telah membangun dan mengembangkan infrastruktur transportasi darat, laut, udara dan perkeretaapian. Berbagai program pembangunan pelabuhan, terminal, jalur rel, stasiun, bandara, dan pengadaan sarana angkutan bus, kapal laut serta fasilitas transportasi lainnya, sebagian telah diselesaikan dan dioperasikan dengan baik. 

Beberapa capaian pembangunan prasarana perhubungan darat, laut, udara, dan KA tahun 2015- 2019 berdasarkan Laporan Kinerja 5 Tahun Pembangunan dan Pengembangan Transportasi di Indonesia, meliputi: rehabilitasi terminal di 83 lokasi, pembangunan pelabuhan penyeberangan di 24 lokasi, jalur ganda dan reaktivasi sepanjang 853,65 Km’sp, peningkatan dan rehabilitasi jalur kereta api sepanjang 394,6 Km, pembangunan stasiun atau bangunan operasional KA di 45 lokasi, pembangunan pelabuhan non komersional di 118 lokasi, lanjutan pembangunan baru di 15 tempat, pembangunan dan pengembangan prasarana (sekolah/kampus) di 10 sekolah, pembangunan bus rapid transit (brt) sebanyak 2128 unit, pembangunan kapal penyeberangan sebanyak 17 unit, pembangunan kapal pendukung tol laut sebanyak 100 unit, pengadaan kapal latih sebanyak 6 unit, dan pengadaan pesawat latih sebanyak 51 unit. Pencapaian ini tentu saja kita harapkan terus berlanjut, selain itu juga dibutuhkan terobosan atau inovasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

Dalam jangka waktu 5 tahun terakhir, Kementrian Perhubungan tengah mempelajari sebuah solusi transportasi modern berteknologi tinggi. Barangkali saja, transportasi modern ini mampu melebihi mobil terbang yang kerap kita bayangkan atau saksikan di film-film bertema futuristik. Ada beragam transportasi modern berteknologi tinggi yang saat ini dirancang. Sebut saja misalnya, driverless car yang tengah dirancang oleh Google dan beberapa perusahaan otomotif lainnya. Rancangan ini membuat kendaraan tak lagi membutuhkan supir atau pengendara, penumpang cukup naik dan menikmati perjalanan. Ada juga, electric plane yang dikembangkan oleh perusahaan pesawat Airbus. Transportasi modern ini merupakan pesawat yang lebih cepat, lebih irit tenaga, dan ramah lingkungan, pesawat ini pun akan ditenagai dengan baterai dan solar panel. Selain itu, masih ada beragam transportasi modern berteknologi tinggi. 




Di tahun 2017, Kementrian Perhubungan mulai mempelajari konsep transportasi yang tak kalah canggihnya dengan beberapa contoh yang sebelumnya dijelaskan. Konsep trasnportasi modern berteknologi tinggi itu adalah Hyperloop.

Kemungkinan Indonesia memiliki Hyperloop

Hyperloop,


Transportasi modern seperti Hyperloop membawa harapan besar bagi kita dalam hal kemajuan transportasi unggul demi kemajuan bangsa. Hyperloop sendiri diprediksi dapat menjadi salah satu solusi dalam memecahkan masalah kemacetan di Indonesia. Berdasarkan survei dari Tom Tom Traffict Index (lembaga pengukur kepadatan kendaraan di kota-kota dunia) yang baru saja merilis laporan kota termacet di tahun 2018, Indonesia – dalam hal ini kota Jakarta – menempati peringkat ke-7 sebagai negara termacet di dunia. Posisi ini sebenarnya cukup menggembirakan, pasalnya di tahun 2017, Jakarta berada di posisi yang lebih parah yakni sebagai kota ke-4 termacet di dunia. Hal ini menandakan bahwa kemacetan turun hingga 8 persen. Salah satu faktor utama penurunan tingkat kemecetan di Jakarta tak terlepas dari upaya Kementerian Perhubungan dalam mendesain dan menghadirkan transportasi umum yang lebih baik, seperti layanan Transjakarta yang membuka rute baru dan terintegrasi dengan MRT dan LRT saat beroperasi. Mari membayangkan, apa yang terjadi bila transportasi umum menggunakan transportasi modern berteknologi tinggi?

Berbagai media telah mengabarkan bahwa perusahaan transportasi milik orang terkaya dunia, Elon Musk, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) berencana untuk membangun moda transportasi canggih, Hyperloop di Indonesia.




Hyperloop adalah moda transportasi masa depan yang menggunakan teknologi canggih. Bentuknya yang menyerupai tabung bisa melesat melebihi kecepatan pesawat terbang. Moda ini akan melesat dengan tahapan kecepatan yang digerakkan menggunakan motor elektrik dan peluncur di atas jalurnya menggunakan levitasi magnet. Moda ini juga bisa bergerak di atas dan di bawah tanah. 



Akan tetapi, Kementerian Perhubungan untuk saat ini masih butuh waktu guna mempelajari dan melihat berbagai kemungkinan. Andai saja teknologi seperti Hyperloop ini diterapkan, akan ada beberapa keuntungan yang didapatkan para pengguna. Mulai dari waktu, kenyamanan, dan kecanggihan. Bayangkan saja, jarak Jakarta ke Yogyakarta dapat ditempuh selama kurang dari setengah jam, atau dari Jakarta ke Bandung hanya dalam waktu 5 menit, semua itu dapat tewujud dengan Hyperloop.


Berdasarkan artikel yang berjudul Advantages of a new Hyperloop transport technology, ditulis oleh E. E. Dudnikov, dipaparkan beberapa kelebihan dari teknologi Hyperloop, sebagai berikut:

  1. Sistem ini dapat mengangkut orang dan barang dengan kecepatan tinggi.
  2. Sistem ini mengatasi pembatasan kecepatan transportasi darat yang tersedia di sistem transportasi modern paling canggih, seperti kereta bantalan magnet kecepatan tinggi (maglev).
  3. Penyusunan transportasi bawah laut yang unik berdasarkan peletakan tabung bawah air. Akibatnya, lalu lintas laut muncul, bergerak dengan kecepatan suara, tidak terdengar untuk pengiriman yang sebenarnya.
  4. Daya jumlah penumpan yang cukup tinggi.
  5. Sistem dapat menjamin biaya rendah dalam desain dan implementasi sistem transportasi.
  6. Biaya operasional rendah.
  7. Bebas dari gangguan kondisi cuaca.
  8. Mengutamakan kebersihan ekologis.
  9. Keamanan yang terjamin.



Meski seperti itu, pemerintah mesti mengkaji dengan lebih mendalam terkait dengan teknologi  yang dimiliki. Selain itu juga, faktor keamanan tentu saja menjadi poin penting dalam hadir atau tidaknya Hyperloop di Indonesia. Setidaknya, di tangan seorang Budi Karya Sumadi, kebijakan serta langkah strategis dalam menghadirkan transportasi modern berteknologi tinggi di Indonesia kita bisa menaruh harapan besar terciptanya perubahan. Pengalamannya di periode sebelumnya, akan menjadi modal besar dan penting untuk menemukan solusi dari berbagai permasalahan transportasi di Indonesia.


Halo, Saya Wawan Kurniawan. Terima kasih telah berkunjung.

No comments:

Post a Comment