Satu Puisi dari Pablo Neruda

Sekarang saya belajar untuk menerjemahkan puisi. Pagi ini saya memilih puisi Pablo Neruda Para que me oigas ; dari bukunya "Twenty Love Poems and a song of despair." Puisi Neruda dengan bahasa Spanyol diterjemahkan oleh W. S. Merwin ke dalam bahasa Inggris. Maka, saya pun mencoba untuk menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. 

Mungkin, Kau Hendak Mendengarkanku

Mungkin,  kau hendak mendengarkanku
dengan kata – kataku
yang kadang  kala tumbuh kurus
seperti  jejak – jejak  burung camar di pantai

gelang, dengan lonceng yang mabuk
untuk tanganmu yang halus seperti buah anggur

Aku melihat kata – kataku dari kejauhan
Mereka lebih kau miliki dibandingkan aku.
Mereka memanjat kemudian menjalar  dalam penderitaan lamaku

Kata – kata memanjat  dengan cara yang sama pada dinding lembab
Kau semestinya disalahkan atas permainan kejam ini
Mereka melarikan diri dari sarang gelap dalam diriku
Kau mengisi segalanya, kau mengisi seutuhnya

Sebelum mereka dihuni kesendirianmu
dan mereka lebih banyak digunakan untuk kesedihanku dibanding kesedihanmu.

Sekarang aku ingin mereka mengatakan apa yang ingin  kukatakan
Untuk membuatmu mendengar sebab aku ingin kau mendengarku

Angin kesedihan masih mengangkut mereka seperti biasa
Kadang kala badai mimpi menjatuhkan mereka
Kau mendengarkan suara lain dalam suara kepedihanku
Ratapan dari mulut tua, darah dari seorang pemohon yang tua
Cintai aku, dampingi, jangan tinggalkan aku, ikuti aku

Ikuti aku, dampingi, pada gelombang duka ini
tapi kata – kataku telah ternodai cintamu
Kau menempati seluruhnya, kau menempati segalanya

Aku hendak membuat mereka menjelma gelang yang terus melingkar
untuk tanganmu yang putih, sehalus buah anggur

*

Semoga dapat bermanfaat. Sejujurnya, Pablo Neruda membuat saya punya alasan untuk bisa belajar bahasa Spanyol. Gracias!

1 comment:

  1. indah juga puisinya..
    bahasa spanyol ya? gracias...
    hmm, kalau saya tertariknya sama bahasa prancis :)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.