Sebelum 40 Tahun Tiba, Seseorang Ingin Mendirikan Toko Buku


Saat saya membaca buku “The Storied Life of A.J.Fikry” karya Gabrielle Zevin, ada sebuah harapan yang kembali mencuat. Kita mungkin tak pernah benar-benar mengerti, sejauh mana usia harapan itu akan bertahan. Adakalanya, harapan itu hanya sebatas angin lalu dan kemudian dilupakan. Tapi ada kalanya, harapan menjadi penguat untuk kita yang hendak melangkah melewati satu titik menuju titik lain. Harapan saya, sebelum mencapai usia empat puluh tahun, saya berharap dapat mendirikan sebuah toko buku. Meskipun saat ini, saya telah merintis bisnis buku online – tapi tak dapat dipungkiri jika keberadaan toko buku di dunia nyata punya kekuatan tersendiri.

parisperfect.com

Mungkin toko seperti Shakespeare & Company  di Paris, di tempat itu para penulis kerap datang berkunjung, seperti Ezra Pound, Ernest Hemingway dan James Joyce. Toko buku yang kelak saya rintis, bukan hanya sekadar tempat menjual buku, namun berharap bisa menjadi semacam tempat bagi para calon penulis besar di masa depan. Di toko buku yang saya bayangkan, ada kamar-kamar di lantai atas yang siap menerima para calon menulis untuk menghasilkan karya yang istimewa.

Harapan yang besar tentu saja tidak mudah diwujudkan, namun bukan berarti itu membuat kita putus asa. Salah satu cara menjaga harapan itu adalah dengan bantuan asuransi. Manfaat asuransi kadang kala kita hiraukan begitu saja. Padahal, dengan memilih strategi atau langkah yang tepat, asuransi dapat membantu kita mewujudkan harapan. Impian untuk memilih asuransi tentu dapat kita wujudkan, salah satunya dengan Commonwealth Life.

Saya pun mulai mencari dan bertanya, “Bagaimana cara untuk menggunakan asuransi jiwa dari Commonwealth Life?” Selang beberapa saat, aku menemukan informasi tentang unit link yang tersedia dan penjelasan tentang investasi terbaik yang akan bermanfaat di masa depan.

Selain kamar untuk para calon penulis, saya ingin toko buku saya rutin memberi diskon. Saya teramat senang saat berkunjung ke sebuah toko buku, lalu mendapatkan diskon yang besar. Sepertinya, kesenangan ini bukan hanya terjadi pada diri saya sendiri, ada banyak yang merindukan kesempatan demikian. Tapi, kenyataannya masih jarang toko buku yang memberi diskon. Eh tunggu dulu, bukan karena diskon juga, di kota saya memang toko buku masih bisa dihitung jari. Lebih banyak cafe dibandingkan toko buku. Memajukan toko buku dengan asuransi bukan hal yang tidak mungkin. Dengan strategi investasi yang tepat, bisa saja saya merombak atau merancang konsep yang lebih baik.

Selain itu juga, dengan CommonWealth Life disediakan tahapan kehidupan seperti single, baru menikah, dan berkeluarga. Ini akan membantu sekaligus memudahkan kita dalam mengambil keputusan untuk langkah selanjutnya. Dari beberapa jenis unit link yang ada di CommonWealth Life, saya bisa memilih investra link. Melalui INVESTRA Link, kita dapat merencanakan berbagai tujuan masa depan seperti pendidikan anak, persiapan masa pensiun, serta pertumbuhan investasi. 

Di belahan dunia ini, terdapat beragam toko buku yang menarik seperti Shakespeare & Company  (Paris), Corso Como (Milan), El Péndulo, (Mexico) dan masih banyak lagi. Bukan tidak mungkin, kelak toko buku yang saya rintis dapat menjadi salah satu toko buku yang istimewa. Terlebih jika saya memastikan manfaat asuransi Commonwealth Life dan itu sebelum usia saya 40 tahun.

No comments:

Powered by Blogger.