"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, December 27, 2016

The Tunnel, Ernesto Sabato

11:42 PM Posted by Wawan Kurn , No comments
Seorang pelukis merasa tak mampu dimengerti oleh seorang pun, hingga seorang perempuan bernama Maria datang namun pada akhirnya, Maria pun dibunuh olehnya.

Ernesto Sabato via www.theguardian.com

The Tunnel adalah kisah yang akan membawa kita ke dalam isi kepala seorang pelukis bernama Juan Pablo Castel. Buku yang ditulis oleh penulis asal Argentina, Ernesto Sabato ini membuat saya seperti menemukan buku “Crime and Punishment” karya Fyodor Dostoyevsky dalam kemasan yang lebih ringkas dan segar. Efek dari tokoh utama yang tidak berhenti mengeluarkan isi pikiran lalu mengantar pembaca pada alur yang terus berjalan dan mengalir.

Menggunakan sudut pandang orang pertama, Ernesto Sabato dengan terus menerus dari awal hingga akhir membiarkan Castel untuk terus bertanya pada dirinya sendiri. Saya sendiri berharap suatu waktu dapat menulis novel ringkas yang mampu memasuki sisi psikologis pembaca. Namun sejauh ini, saya rasa keinginan itu harus disimpan lebih rapi terlebih dahulu. Saya harus membunuh diri saya pemalas tentunya.

Nah, menjadi seorang Castel dalam novel “The Tunnel” ini akan membuat kita merasa tersiksa dengan pikiran yang kita ciptakan sendiri. Terlebih ketika masa-masa yang menjanjikan berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Di awal, Castel bertemu Maria yang menjadi satu-satunya orang yang mengerti makna dari simbol yang ada di dalam lukisannya. Castel terus memikirkan Maria, bahkan berpikir ia tak lagi akan bertemu dengan perempuan itu. Hingga suatu waktu, pertemuan selanjutnya terjadi dan menjanjikan beberapa harapan.   

Castel berjuang dan mencoba sebisa mungkin untuk mendapatkan Maria, namun tanpa Castel sadari, Maria ternyata telah punya seorang suami. Hal itu Castel sadari setelah bertemu lelaki buta, suami Maria yang mengatakan situasi sebenarnya. Perlahan, Castel membangun dunia baru akan Maria. Hingga tiba pada keputusan untuk membunuh satu-satunya perempuan yang memahaminya. Secara sederhana, anda boleh beranggapan bahwa ini adalah novel cinta. Namun, isi kepala Castel membuat novel ini berbeda dengan novel cinta pada umumnya.

Novel ini adalah novel pertama dari seorang Ernesto Sabato. Ia lebih banyak menulis esai dibanding novel. Namun novel ini menjadi salah satu novel yang berpengaruh pada perkembangan sastra Amerika Latin. Albert Camus dan  Graham Greene adalah dua orang penulis yang juga mendukung untuk menerjemahkan novel Argentina ini ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1951 setelah terbit di tahun 1948. Semoga saya diberi kekuatan untuk menyelesaikan terjemahan dari buku keren ini!   


0 comments:

Post a Comment