"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Wednesday, April 6, 2016

Madame Bovary

1:38 AM Posted by Wawan Kurn , No comments
Jika sewaktu - waktu anda berada pada posisi Madame Bovary, itu sebuah karunia. Gustave Flaubert tidak sedang bermain - main dengan hadirnya Emma dan seluruh kisah yang telah dilaluinya. Bagaimana pun, novel ini telah mengajak pembaca untuk perlahan memahami rasa ketidakberdayaan menghadapi sejumlah lintasan takdir. Kadang kala masih ada kekuatan untuk melawan sebelum tiba pada titik kepasrahan. Kematian boleh jadi jawaban sekaligus hadiah yang akan kita nantikan.

Gustave Flaubert
Sumber gambar ada di link ini


Tokoh Charles Bovary sebagai seorang dokter yang membosankan dan tak sedikit pun memahami Emma sebagai istrinya (Madame Bovary) menjadi denyut nadi dari novel ini. Sekali pun cinta selalu terlihat indah di awal kehadirannya, kita tak pernah mampu menebak apa yang akan selanjutnya terjadi. Barangkali jika saya menulis kembali novel Madame Bovary, saya ingin memberikan kesempatan kepada Charles Bovary untuk terlepas dari kelemahannya sebagai seorang lelaki. Saya ingin dia menemukan perselingkuhan yang jauh lebih menarik dari apa yang dirasakan Emma. Kehadiran Rodolphe dan Léon dalam hidup Emma berhasil memastikan ketidakmampuan Charles Bovary.    

Bagaimana pun, saya merasa jika novel ini sedikit memaksa saya untuk berada pada posisi menyedihkan seorang Emma. Berada pada titik belenggu yang menyiksa benar - benar penderitaan yang berhasil dilukiskan Flaubert. Selain semua itu, saya senang pada Emma yang menjadi perempuan dengan hobi membaca buku. Meskipun keluarganya atau orang sekitar melarangnya membaca, ia tetap berusaha menjaga hobinya itu. Lagi pula, sebagai seorang perempuan, tidak hanya butuh cantik, tapi bagi saya sendiri, buku lebih penting dari pada merah lipstik di bibir perempuan cantik. 

Terakhir, mengapa saya menganggap jika menjadi Emma adalah sebuah karunia? Hal itu karena saya berpikir jika penderitaan adalah awal dari segala ketakutan sekaligus kekuatan. Kekuatan hadir setelah ketakutan berhasil kita kalahkan, jika Emma pernah ada di dunia ini, saya rasa dia adalah sosok yang tangguh.  

0 comments:

Post a Comment