"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, January 19, 2016

The Girl on the Fridge (Etgar Keret)

8:10 AM Posted by Wawan Kurn No comments
*Cerpen ini diterjemahkan dari salah satu buku Etgar Keret, memiliki judul 
yang sama dengan cerpen ini.  Sebelumnya diterjemahkan dari bahasa Ibrani oleh 
Miriam Shlesinger dan Sondra Silverston ke bahasa Inggris.

Sendiri

Lelaki itu mengatakan kepadanya bahwa ia memiliki seorang kekasih yang senang menyendiri. Dan itu sungguh menyedihkan, sebab mereka adalah pasangan, dan pasangan, menurut definisi, bermakna “bersama.” Tapi sebagian besar ia habiskan dengan menyendiri. Sehingga lelaki itu pernah bertanya kepadanya, “Mengapa? Apa ini salahku?”

Lalu ia menjawab, “Bukan, itu bukan karena kamu, itu karena aku sendiri, itu berhubungan dengan masa kecilku.”

Lelaki itu benar-benar tak mengerti, tentang masa kecil, hingga ia lelah untuk menemukan sebuah analogi untuk masa kecilnya sendiri, tapi ia tak dapat apa-apa. Semakin ia berpikir tentang itu, masa kecilnya terlihat semakin tampak serupa lubang di gigi orang lain, yang tidak sehat, tapi bukan masalah besar, setidaknya bukan untuk dirinya. Dan perempuan yang senang menyendiri, terus bersembunyi darinya, dan semua karena masa kecilnya. Ini membuat lelaki itu kesal. Pada akhirnya, ia mengatakan, “Baiknya kau menjelaskan semuanya kepadaku atau kita berhenti menjadi sepasang kekasih.” Perempuan itu menjawab oke, dan mereka berhenti menjadi sepasang kekasih. 

Ogette Bersimpati

“Itu sungguh menyedihkan,” kata Ogette. “Sedih dan, di waktu yang bersamaan, berpindah.”
“Terima kasih,” Nahum menjawab dan kemudian menyeruput jusnya.

Ogette melihat Nahum mulai menitihkan air mata, dan ia tidak ingin mengganggunya untuk menangis, tapi pada akhirnya ia tidak mampu menahan dirinya. “Jadi hari ini,” tanyanya, “kamu tidak tahu tentang masa kecilnya yang menjadi sebab ia meninggalkanmu?”
“Ia tidak meninggalkanku,” Nahum membenarkan teman perempuannya itu. “Kami putus.”
“Putus, apa pun itu,” kata Ogette.
“Semua ini bukan ‘apa pun itu,’” Nahum bersikeras, “ini hidupku. Bagi diriku sendiri, setidaknya, ada perbedaan yang signifikan.”
“Dan hari ini, kamu belum mengerti persitiwa apa di masa kecilnya yang menjadi awal dari semua ini?” Lanjut Ogette.
“Ini bukan tentang peristiwa,” Nahum membenarkan lagi. “Tak satu pun yang menjadi awal semua ini —tak seorang pun kecuali sekarang kau ada di sini.” Dan setelah terdiam sejenak, ia menambahkan, “Yeah, itu ada hubungannya dengan kulkas.”

Bukan Milik Nahum

Ketika kekasih Nahum masih kecil, keluarganya tak mampu bersabar menghadapinya karena penuh dengan energi, dan orang tuanya sudah cukup tua dan lemah. Kekasih Nahum mencoba bermain dengan orang tuanya, untuk berbicara dengan orang tuanya, tapi semua hanya terasa semakin mengganggu. Mereka tak lagi punya kekuatan. Mereka bahkan tak lagi punya cukup kekuatan untuk meminta anaknya untuk diam. Hingga, mereka menaikkan anaknya di atas kulkas lalu mereka pergi bekerja. Atau ke mana pun mereka akan pergi.  

Kulkas itu amatlah tinggi, dan kekasih Nahum tak dapat turun. Dan itu terus terjadi hingga ia menghabiskan masa kecilnya di atas kulkas. Sungguh masa kecil yang penuh bahagia. Sementara orang lain ada yang harus mengalami hal yang kurang berkenan dari saudaranya yang lebih tua, pacar Nahum duduk di tepi kulkas, bernyanyi untuk dirinya sendiri, dan membuat gambar kecil di layar dengan debu yang ada di sekitarnya. Pemandangan dari atas sungguh indah, dan bagian bahwanya menyenangkan dan terasa hangat. Kini ia telah tumbuh menjadi dewasa, ia merindukan masa-masa itu, waktu untuk sendiri, benar-benar sendiri.  Nahum memahami betapa menyedihkan pengalaman itu, dan sekali waktu Nahum pernah mencoba meniduri kekasihnya di atas kulkas, tapi itu tak terjadi.   

"Itu cerita sangat indah," bisik Ogette, mengusap tangan Nahum dengan miliknya.
"Ya," Nahum bergumam, menarik lengannya kembali. "Sebuah cerita yang sangat indah, tapi itu bukan milikku."



0 comments:

Post a Comment