"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Friday, June 12, 2015

Surat Kepada Risa dan Lima Orang Temannya

9:13 PM Posted by Wawan Kurn No comments
Goede Morgen.

Aku merasa kau berbakat menjadi psikolog. Setelah membaca bukumu “Gerbang Dialog Danur”, ada beberapa hal yang ingin kudiskusikan. Juga bersama lima orang sahabat baikmu. Aku membaca bukumu saat hendak kembali ke Makassar setelah aku memutuskan untuk berlibur beberapa hari di Kabupaten Soppeng. Aku menyelesaikan bukumu kurang lebih tiga jam. Sebelumnya, aku sempat ingin menemuimu di lokasi MIWF beberapa hari yang lalu, tapi ada sedikit halangan. Di hari berikutnya, aku dan salah seorang teman ingin datang ke acaramu, mendengarmu bernyanyi tapi kami terlambat.

Sejauh ini, aku belum memperkenalkan diri. Aku lulusan fakultas psikologi yang masih belum menemukan alasan untuk kembali melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. Aku belum menemukan alasan untuk dapat menjadi psikolog atau apa pun namanya. Akhir - akhir ini kuhabiskan waktuku dengan memikirkan sejumlah hal yang kadang tak penting untuk dipikirkan.

Salah satunya, keinginan bertemu dengan Peter, Hans dan Hendrick, William, dan Janshen. Pun jika aku tak dapat bertemu dan berbincang dengan mereka, kuharap kau dapat menyampaikan salamku. Aku yakin dengan mereka, jika kau adalah pendengar yang baik. Mereka, kelima temanmu itu adalah sesuatu yang sulit untuk ditemukan hari ini. Kadang aku melihat manusia telah berubah dan meninggalkan dunianya sendiri. Sejumlah pesan yang kau sampaikan di bukumu, tentang sahabat, keluarga, dan bagaimana kita melihat hidup semoga dapat menjadi pelajaran bagi orang yang membacanya.

Aku juga sedikit cemburu dengan kemampuanmu itu. Meskipun kusadari jika kelebihan seperti itu, tak sepenuhnya menyenangkan. Hanya saja, untuk ceritamu, kau beruntung memiliki teman masa kecil yang menyenangkan dan menenangkan. Mereka, secara tidak langsung akan selalu mengingatkan kau tentang masa kecilmu. Kemungkinannya, kau akan selalu menikmati dan menyukai dunia anak - anak yang begitu luar biasa. Sebagian orang telah sibuk dengan dunia yang mereka anggap dewasa dan penuh kepalsuan. Anak - anak, selalu berhasil membuat kita menyadari hal yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya. Mereka melihat masa depan dengan penuh ketulusan dan kegembiraan.

Kita belum pernah bertemu sebelumnya, namun jika saja suatu hari kita bertemu aku akan lebih senang mendengarmu bercerita. Jika saja kelak kau butuh psikolog dan di masa depan aku berhasil jadi psikolog atau semacamnya, mungkin kita dapat berbincang bersama. Ajaklah kelima sahabatmu yang keren itu. Alunan biola William mungkin bisa memulai atau mengakhiri percakapan kita hari itu.  Jika kau kembali ke Makassar, mungkin saja kita bisa bertemu. Atau kemungkinan lainnya adalah, ketika aku bunuh diri karena suatu alasan yang tak penting untuk kuceritakan di sini, mungkin aku dapat mengunjungimu dan beritahu kelima temanmu agar aku dijadikan temanmu yang keenam. Tapi, aku lebih senang dengan kemungkinan pertama.

Tot straks Risa

0 comments:

Post a Comment