"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Monday, February 2, 2015

Tentang Perangkapmu

9:23 PM Posted by Wawan Kurn No comments
Kepada Akar Pikiranmu, @iitsibarani_


Surat ini kutulis saat saya sedang menunggu dosen pembimbing skripsiku. Setelah saya melihat timeline twitter dan menemukan akunmu, saya merasa ingin menyapamu lewat surat. Kita tak pernah bertemu sebelumnya, namun beberapa hari terakhir ini, saya rajin bertandang di timelinemu. Saya menyukai bio singkat di twittermu, kau memasang perangkap yang tak seutuhnya perangkap. Saya juga senang membaca tulisanmu, dan mendengar cerita tentang Iron Man-mu. 

Apa kamu juga menyukai hujan? Jika ya, mungkin suatu waktu saya berharap dapat melihatmu atau berbincang denganmu sambil mendengar suara hujan. Saat itu tiba, dengan senang hati saya akan mendengar ceritamu, jika kamu memang sedang berniat untuk bercerita. Namun jika tidak, mungkin kita sekadar berkenalan dan bertukar senyum. Atau saja, semua yang kubayangkan tak sepenuhnya akan terjadi. 

Mungkin saya kurang sopan jika dalam surat ini, ada banyak pertanyaan yang saya hadirkan. Lewat surat ini, saya hendak menyapamu, yang sebagai kurir surat pos yang dalam 30 hari ini tentu akan membaca banyak surat. Rasanya, tak adil jika saya tak mengirimimu atau sebatas menyapamu. Ini surat yang singkat, saya merasa jika surat ini terlalu panjang, akan ada kemungkinan jika saya akan terjebak dalam perangkapmu.   

Saya percaya jika jatuh cinta memang perangkap, dan kau begitu jujur untuk mengatakannya kepada siapa saja. Namun, saya merasa hidup mungkin juga perangkap yang jauh lebih besar. Surat ini semoga menjadi undangan yang bisa menjemput pertemuan kita. Di ruang ini sepertinya adalah jalan semesta yang untuk sementara waktu, membiarkan kita menyimpan rahasia, tentang siapa kau, dan siapa aku.

Salam kenal,  

0 comments:

Post a Comment