"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Wednesday, January 14, 2015

Tentang Tiga Pohon Di Pikirannya

6:10 AM Posted by Wawan Kurn 2 comments
Seorang perempuan dengan sengaja meminta lelakinya untuk menanam tiga buah pohon, lelaki itu mengiyakan dan memikirkan jawaban dari tantangan itu. Beruntungnya, lelaki itu bebas untuk memilih waktu kapan dan di mana dia akan menanam pohon itu.

*
Pohon Pertama,

Dia ingin menanam pohon pisang. Kelak, jika musim hujan tiba; dia berharap bisa balas dendam. Meminta kekasihnya untuk menggunakan daun pisang sebagai payung untuk keluar rumah, sebuah permintaan konyol yang tumbuh lebih dulu di kepalanya. Selain itu, dia akan mengingat potongan kisah dari buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karangan Buya Hamka. Di halaman 234, kalimat Zainuddin “Pantang pisang berbuah dua kali!”  Kalimat itu akan diselipkan pada ingatan kekasihnya nanti.     

Pohon kedua,

Dia ingin menanam pohon kurma. Menurut cerita, pohon kurma hanya dapat ditanam di padang pasir. Bijinya ditaruh di kedalaman dua meter kemudian ditutup dengan empat lapisan. Sebelum pohon kurma tumbuh, maka dia berakar begitu dalam hingga mampu menembus empat lapisan tersebut dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir. Dia atau kekasihnya dapat belajar bersama dari biji kurma yang berusaha menembus lapisan itu demi sesuatu hal yang jauh lebih baik lagi.



Pohon ketiga,

Dia ingin menanam pohon Bodhi. Pohon yang dianggap sebagai pusat dari alam semesta. Di bawah teduhnya, Siddharta Gautama mendapatkan pencerahan. Pohon yang begitu suci dan terkenal bagi umat Buddha. Dia tak ingin menjelaskan lebih jauh tentang pohon ketiga ini. Dia membiarkan perempuannya itu memaknai pilihan yang telah dia tentukan.  

*
Pohon itu telah ditanam dalam pikiran dan perasaannya, tak lama lagi pohon – pohon itu tumbuh memberi teduh. Suatu waktu, pohon itu akan dia tanam satu per satu. Lelaki itu akan ke samping rumah kekasihnya untuk menanam pohon pisang, akan merencakan perjalanan ibadah haji bersama, kemudian menanam pohon kurma, lalu merencanakan perjalanan di daerah Bodhgaya, India untuk melihat dan menanam pohon Bodhi. Mungkin juga, di India, mereka akan berbulan madu.  

Tentang kapan mereka akan menikah, mungkin setelah lelaki itu berani datang ke rumah kekasihnya kemudian berani menanam pohon pisang sambil diperhatikan oleh ayah dan ibu kekasihnya.  


Beranikah kau menjadi lelaki di dalam cerita ini? 

2 comments:

  1. laki2 yang tangguh dan berani bertanggung jawab yang bisa seperti laki2 di atas ya kak :D .

    ReplyDelete