"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, January 6, 2015

Perempuan, Pada Suatu Waktu

8:13 AM Posted by Wawan Kurn 8 comments
pada suatu waktu,

Seorang perempuan memintaku datang di sebuah café, tepat pada tanggal 14 Februari. Aku tak mengenalnya, namun aku menyukai ajakannya. Kami ingin menyusun beberapa rencana dalam pertemuan itu. Memulai percakapan sederhana, tentang kuliah, mendiskusikan beberapa buku menarik atau merencanakan pertemuan selanjutnya. Selain itu, dia memintaku untuk membawa setangkai mawar putih dan sebatang cokelat.  Aku mungkin saja akan mengikuti permintaannya.


pada waktu yang tak ditentukan,

Dia tak pernah memberitahukan jam pertemuan itu. Namun, aku akan mencoba datang tepat pukul 10 pagi. Menjadi pengunjung pertama dan bebas memilih tempat di mana saja. Akan kupilih posisi yang lebih dekat dengan jendela. Aku ingin melihat perempuan itu datang dan memperhatikannya berjalan menuju tempatku. Mungkin dia akan mengenakan pakaian berwarna cerah, atau mengenakan warna kesukaanku. Dan semoga hari itu hujan datang menemaninya.   


pada waktu yang bermalas-malasan,

Aku berniat menghubunginya, setelah jarum jam menunjukkan pukul 2 siang. Namun, aku menuntut diriku untuk menjadi seorang yang lebih pandai bersabar. Menunggunya akan menjadi pilihan yang lebih tepat. Barangkali, perempuan itu sedang terjebak dalam sebuah masalah kecil di rumahnya. Ayah atau Ibunya, melarangnya keluar menemuiku.  Kupilih untuk menghabiskan segelas susu cokelat yang beberapa waktu lalu menemaniku. Setelah itu, aku hendak memesan  sebuah apel merah, atau apel hijau. Membayangkan perempuan itu datang, dan aku akan memberinya buah apel, sesuai dengan warna kesukaannya. Aku terus menunggunya. Melakukan apa saja yang membuat waktu terasa lebih menyenangkan, mungkin aku akan membelah apel menjadi empat bagian saja. 


pada waktu yang menyembunyikan pemiliknya,


Ada yang mulai menyembunyikan bayanganku. Perempuan itu pun tak kunjung datang menemuiku. Aku memulai menulis cerita singkatku dengan judul "pada suatu waktu". Tulisan yang kutujukan kepada setangkai mawar putih dan sebatang cokelat yang tak sempat menemui pemiliknya. Sepulang dari cafe itu, hujan jatuh pelan - pelan.  

8 comments:

  1. wah kisah nya snagat menarik kak apalagi kalau ini cerita nyata wahhh greget sekali kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe, ini bukan kisah nyata kok :)

      Delete
  2. Replies
    1. perempuan itu memang seperti ........, ah sudahlah!

      Delete
  3. Replies
    1. Bukan, bukan. Ini cuma cerita yang saya bayangkan terjadi tp blm terjadi. Mgkn saja nanti akan terjadi, hehehe

      Delete
  4. semoga tak pernah terjadi... terlalu sakit rasanya menunggu yang tak kunjung berujung...

    ReplyDelete