"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Sunday, January 11, 2015

Menemui Rin, Lelaki Lain dan Lelakinya

8:40 AM Posted by Wawan Kurn 2 comments
Rin, dia dibesarkan dengan kemampuan untuk menakar perasaannya dengan baik. Tak banyak yang mengenal siapa yang ada di dalam dirinya. Bahkan Rin sendiri terkadang kebingungan memahami apa yang ada di dalam pikirannya. Tapi, kebingungan itulah yang sebenarnya membuatnya semakin tangguh dan berbeda dari biasanya. Hingga pada suatu masa, seorang lelaki membuatnya jatuh cinta, lelaki itu mampu memahami siapa yang ada di dalam diri Rin. Mereka menyatu, Rin mengira jalinan kisah mereka bukan basa-basi lagi, meski pada akhirnya penyesalan ditemui.  

Ketika terperangkap cinta, ada banyak kemungkinan yang akan hadir di tengah – tengah kita. Percaya atau tidak, dipahami atau tidak, semua kemungkinan memiliki peluang yang sama untuk terjadi. Dicintai atau mencintai bukanlah hal sederhana yang bisa dijelaskan dalam waktu yang singkat, tak dapat digambarkan oleh cerita Rin dan lelakinya. Setelah melalui semua itu, Rin semakin ahli untuk memahami apa yang ada di dalam benaknya. Tak ada cinta yang tumbuh dengan tulus, seperti itu yang dipahami Rin dengan baik. Maka, dengan bijak Rin memilih untuk mengubur keinginanannya untuk memiliki dan dimiliki.

Rin, apakah dia masih menyimpan bayangan lelakinya? Tak ada yang bisa memberikan jawaban pasti. Kita akan terjebak dalam keraguan panjang. Kecuali, keyakinan seorang lelaki lain yang mencoba untuk tidak berhenti mengalahkan ketakutan Rin, bukan Rin. Hanya ketakutan. Ketakutan yang dimiliki Rin menjelma menjadi kekuatan yang menahan dirinya untuk tidak terjebak dalam lubang yang sama. Membuatnya jauh lebih berhati - hati dalam menakar perasaannya.  

Lelaki lain yang bukan lelaki Rin, berusaha menahan dirinya untuk tidak dikalahkan ketakutan. Meski lukanya akan semakin dalam, namun cinta berhasil membuatnya tak berpikir panjang. Apapun yang terjadi, siap untuk dia jalani. Kini, Rin mulai merindukan lelakinya yang pandai berbasa - basi, juga lelaki lain mulai menerka bagaimana kondisi Rin, dan lelaki Rin telah menemukan cinta lain yang tak pernah dipahami oleh Rin.

Rin, lelakinya, dan lelaki lain sedang berjalan di garis yang sama. Meski pada akhirnya, mereka tak akan bertemu satu sama lain.

“Apa yang lebih menyakitkan dari cinta yang bertepuk sebelah tangan?”


2 comments:

  1. Aku yah, yang jadi peran utamanya. Senang juga bacanya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Rin, apa kau pernah seperti Rin di atas? hehehe

      Delete