"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Friday, November 28, 2014

Rumah Baru Yang Lama

5:24 AM Posted by Wawan Kurn , 2 comments
Di akhir November ini, saya kembali ke rumah baru. Rumah yang sebenarnya tidak baru. Hanya saja, baru direnovasi. Dua tahun yang lalu, rumah saya menjadi korban angin puting beliung. Selain rumah saya, buku - buku yang menemani saya di rumah itu tentu menjadi korban yang paling saya cemaskan. Buku saya tak begitu banyak, namun tetap saja, saya merasa semua itu pantas untuk dicemaskan. Akibat peristiwa itu, ada beberapa buku saya yang harus direlakan begitu saja. Semoga kejadian serupa tidak akan terulang lagi. Selama perbaikan rumah, saya menetap di rumah paman. Lokasi rumah paman saya dan rumah saya tak begitu jauh. Kita mungkin hanya butuh waktu selama tujuh menit berjalan kaki. 


lokasi rumah tetangga saya yang pindah.
Rumah saya tak punya alamat yang jelas, jika teman saya hendak berkunjung, saya selalu mengatakan bahwa kau akan merasa meninggalkan Makassar. Rumahku berada di pinggiran kota, di tengah hamparan padi yang cukup luas. Akses jalan ke rumah saya, akan menyulitkan sebagian orang. Bila musim hujan tiba, saya mungkin akan mengatakan "Berani kotor itu baik" kepada diri saya sendiri atau seseorang yang berkunjung. Silakan bayangkan, bila anda berjalan di pematang sawah yang penuh lumpur. Sesekali, sepatu anda mungkin akan tenggelam ditelan lumpur. Singkatnya seperti itu. Maaf, saya tak begitu pandai mendeskripsikan sesuatu, sehingga mungkin di kepala anda, gambaran rumah saya akan kabur dan tak begitu jelas. 

Pada dasarnya, rumah saya berdiri di tengah persawahan. Hanya ada dua atau tiga tetangga di sekitar rumah saya. Bila malam tiba, saya akan mendengar suara malam yang sesungguhnya. Saya terbebas dari kebisingan jalan raya atau keramaian. Lokasi rumah saya, adalah satu dari beberapa tempat langganan banjir di Makassar. Setelah memasuki bulan Desember, saya akan punya cerita lain tentang hujan. Banjir menyimpan kesan tersendiri untuk saya. Ayah dan Ibu saya kadang meminta saya pergi atau mencari kos, namun saya sangat senang dengan lokasi rumah ini. 

Dua tahun ini, setiap kali ada teman yang ingin datang ke rumah, tepatnya berkunjung ke rumah paman saya, saya melarangnya. Saya lebih memilih bertemu di tempat lain, di kafe misalnya. Kali ini, setelah saya pindah ke rumah baru saya yang lama, mungkin akan berbeda. Saya akan senang, jika teman - teman datang berkunjung dan menikmati suasana rumah saya. Dulu, sewaktu saya masih semester tiga, saya menjadikan rumah saya sebagai markas sebuah organisasi fakultas yang tak punya markas tetap di kampus. Dua Minggu setelah peresmian itu, angin puting beliung datang dan selesai. Sungguh malang organisasi fakultas itu, namun sekarang organisasi itu jauh lebih baik dari masa kemarin.  

Ini catatan pertama saya, di rumah baru saya yang lama. Kapan - kapan, datanglah berkunjung! Saya menyediakan segelas teh hangat, kemudian mendengar sejumlah cerita yang anda bawa ke rumahku.

2 comments: