"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Wednesday, November 26, 2014

Pada Rahim Hujan

6:40 AM Posted by Wawan Kurn No comments
perempuan yang lahir dari rahim hujanku,
tumbuh dan dibesarkan deras waktu
sebab langit di kepalaku
sibuk menampung cemas
tak punya waktu merawatnya,

perempuan yang lahir dari rahim hujanku,
dengan tabah meminta duka kemarau
bersedia setia pada gersang tubuhku
hingga usai usianya di bumi
kami tetap akan saling mencari,
saling mengisi

kepadanya,
aku ingin dia bermukim dalam mataku
yang tak pernah pandai menjelma payung
saat kasihnya jatuh bergantian bersama hujan
akan kutampung seluruhnya, inginnya

kepadanya,
telah kusiapkan sebuah persinggahan
yang hingga ingatan kami berhenti mengenang
kami tetap terjaga dalam sebuah rumah sederhana
yang tak akan pernah kalah oleh takdir

di dalam rumah kata
di dalam rahim hujan.


Batua, 2014 

*Puisi ini dibacakan oleh @hurufkecil di #SajakTengahMalam Iradio Makassar. 

0 comments:

Post a Comment