"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, October 14, 2014

Membangun Cinta Yang Jatuh

9:35 AM Posted by Wawan Kurn No comments
Saya hendak mengenalnya lebih. Ini tentang perasaan. Kisah cinta saya tak selalu berujung dengan hal-hal yang menyenangkan. Namun, kalimat sebelumnya bukanlah sebuah kesimpulan dari sejumlah cerita yang pernah saya jalani. Akhir-akhir ini, saya sering melupakan siapa yang berada dalam pikiran saya dan siapa saya hari ini. Gejala ini, sungguh membuat saya kadang terdiam pada pagi hari dan beberapa menit sebelum saya terlelap di malam hari.  

"Siapa yang mengirimkan rindu, gelisah, dan haru secara bersamaan?"

Saya tak akan pernah mampu memastikan jawaban pertanyaan itu. Sejauh ini, saya tidak akan menuntut siapa-siapa untuk membantu saya menemukan diri saya sendiri. Saya hidup dalam beberapa bait puisi yang terluka, dan juga bait-bait putus asa yang kembali menaruh harapan. Di dalam puisi, saya belajar menebak masa depan. Pada sejumlah kata, saya senang merenungkan peristiwa sederhana dan menuliskannya kembali. Kata itu saya lahirkan dan matikan, namun dari yang telah ada akan selalu lahir ketiadaan. Dan dalam ketiadaan, tumbuh sesuatu yang ada dengan hembus nafasnya yang pelan. 

Semua ini terjadi, sebab saya tengah membangun cinta yang jatuh. Seperti biasa, siklus cerita itu sangatlah sederhana. Mulai dari pertemuan, menyatakan perasaan, menjaga, mengkhianati, melupakan, mengabaikan, dan membahagiakan diri sendiri. Dua buah upaya untuk membahagiakan diri sendiri, pertama; dengan melupakan orang lain dan melupakan diri kita sendiri. Melupakan orang lain, selalu membawa saya mampu berpura-pura dengan sangat baik. Jika saya berpapasan  dengan orang yang saya kenal, teman-teman, di kampus atau di tempat lain, saya berusaha menyembunyikan wajah saya agar tak dikenali. Menghindari pertemuan adalah serangkain cara melupakan orang lain. Saya menikmati kesendirian dan berbahagia. Kedua; melupakan diri kita sendiri dengan melakukan hal yang sebaliknya dari upaya pertama. 

Sekali lagi, saya tak bisa memastikan pilihan antara dua upaya tersebut. Mungkin saya mengatakan ada cara ketiga, yaitu dengan proses menggabungkan dua cara sebelumnya. Seperti itulah yang saya gunakan akhir-akhir ini. 

"Siapa yang mengirimkan rindu, gelisah, dan haru secara bergantian?"

Mungkin saya jatuh pada cinta dan cinta menjatuhkan jiwanya kepadaku. Menuliskan diri saya yang sedang belajar jatuh cinta adalah hal yang sulit untuk saya lakukan. Jika bukan karena kehadirannya, saya tak akan membangun cinta dengan lebih baik. Jawaban pertanyaan itu semoga terjaga dalam kehadirannya,  tersimpan rapi untuk saya yang sedang membangun cinta yang jatuh. 

0 comments:

Post a Comment