Pagi Yang Patah

Sumber Gambar

Pagi ditakdirkan menanti sejumlah suara kepak sayap,
meski ada patah dan terluka setelah terbang jauh dan terjatuh 
seperti kata-kata tentang pagi, selalu ingin kusimpan di tempat yang lebih tinggi,
berharap, apa saja mampu membuatnya terlihat dan mereka belajar untuk terbang
meninggalkan pemiliknya, sebelum tertangkap dan ditelan bayangan

saban hari aku hanya mampu bertemu dan bertatap di atap gedung kantor
tempat yang mungkin kuanggap tinggi dan, kelak aku berani jatuh,
hingga datang sayap yang tumbuh di tubuhku demi mempertemukan
aku dan takdir pagi, lalu seseorang itu melihatku menjadi kaku
karena aku tak pandai berharap pada kepakku yang terlanjur patah

usiaku dihidupkan dari keping-keping keinginan memberi nama
pada takdirku yang akan diperdengarkan pada pagi,
setelah setahun kemarin, aku tak mampu menerbangkan diri sendiri, 
hingga pagi melihat lenganku patah dan mulai menangisi kepakanku
yang di paku bayangan sebelum dan berakhirnya pagi di segenap waktu 

seperti kata-kata tentang pagi, selalu ingin kusimpan di tempat yang lebih tinggi
sekedar berharap akan ada sayap yang dititipkan Tuhan sebelum pagi 
dan ketika ketakutan masih menahanku sambil memikirkan nama yang tepat
untuk menjatuhkan diri memeluk anganku yang tak mampu santun pada kematiannya,
kematian yang lama tak kunjung datang demi mematahkan
apa saja yang mampu dipatahkan dari diriku 


Makassar - Soppeng,
Jum'at 18 Juli 2014

No comments:

Powered by Blogger.