Membangunkan, membenamkan diri

Aku belajar membangunkan diriku
yang sejak sebulan kemarin, tertidur;
mengakarkan dirinya pada pejam kelam di setiap malam
sebab pagi tak selalu menatap mataku dan matahari,

kadang kala hanya dalam kelambu
jiwa berbenah mencipta berkas cahaya paling terang

tak butuh waktu lama menutup lubang-lubang kecil,
tempat mimpi kata lahir berkeliaran
mengusik reruntuhan di tebing hening namun kering
tempat aku belajar membangunkan diri
dengan cara yang tak pernah mampu kupastikan,
berhasil atau gagal seluruhnya
dan terbenamlah aku

pada malam sempurna bersama purnama
kubiarkan bayangan-bayangan ikut tertidur
tanpa mengajak mereka
belajar mengenal siapa pemiliknya
kelak, aku ingin dihilangkan separuh 
untuk membebaskan sebagian beban
dari waktuku yang terkutuk

aku belajar membangunkan diriku
seorang diri merahasiakan
segenap pedih yang tertindih nestapa


Makassar, 6 Juli 2014

1 comment:

Powered by Blogger.