"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, June 10, 2014

Buku "Esai Tanpa Pagar"

2:45 AM Posted by Wawan Kurn , 1 comment

Saat ini, telah terbit buku "Esai Tanpa Pagar : 100 Pilihan Literasi Koran Tempo Makassar". Buku tersebut berisikan tulisan yang telah dikumpulkan dari beberapa penulis yang telah mengisi kolom Literasi Tempo. Saya menyebut buku itu sebagai "buku dalam buku". Membaca buku itu memberikan kita ruang lebih luas untuk tenggelam dalam literasi, setiap tulisan yang ada dalam buku itu berisikan nuansa literasi yang kental dan patut menjadi referensi hingga nantinya mampu merekahkan bunga pikiran kita masing-masing.  

Ada 20 penulis yang terlibat dalam kelahiran buku tersebut dengan mengangkat topik yang beragam, mulai dari kejadian sehari-hari, politik, budaya, bahasa, sains, hingga topik cinta, seluruhnya tertata rapi. Esai yang ada dalam buku tersebut juga merupakan esai pilihan yang dianggap terbaik dari setiap setiap penulis. Dalam buku itu, ada dua buah tulisan saya yang berjudul "Pavlov dalam Politik Behaviorisme" dan "Pemimpin Bunglonisme". Sebuah kesempatan yang menyenangkan bagi saya bisa tergabung dalam buku tersebut. Setiap kali tulisan saya dibukukan, saya merasa mendapatkan semangat untuk berbenah dan mencoba memantaskan diri untuk mimpi saya.

Kak Muhary Wahyu Nurba dan Buku Esai Tanpa Pagar.
Sumber: FB Kak Muhary Wahyu Nurba


Desain: Kak Muhary Wahyu Nurba
Di kegiatan Makassar International Writers Festival 2014, teman-teman di komunitas Literasi Makassar melaksanakan peluncuran dan diskusi buku "Esai Tanpa Pagar". Di kegiatan itu pula, saya mengumpulkan tanda tangan dari setiap penulis yang hadir. Saya belum mengenal seluruh penulis yang ada dalam buku itu, namun saya selalu merasa jika penulis adalah orang baik, yang selalu ingin berbagi pikiran pada pembaca. Dan pembaca adalah orang yang lebih baik dari penulis, yang telah memberikan penulis semangat untuk terus menulis dan berkarya. 

Peserta Diskusi Buku di MIWF 2014
Sumber: FB Kak Muhary Wahyu Nurba

Peluncuran dan Diskusi Buku di MIWF 2014
Sumber: FB Kak Muhary Wahyu Nurba


Di postingan ini juga, kembali saya ucapkan terima kasih pada Kak Irma selaku penanggung jawab Literasi Tempo yang memberikan saya ruang untuk belajar menulis. Juga kepada seluruh keluarga di Komunitas Literasi Makassar yang terus bersemangat untuk mengembangkan dunia literasi. Saya selalu berharap, jika nanti Makassar akan menjadi Kota Literasi. 

Bila teman-teman berminat untuk memiliki buku yang sangat saya rekomendasikan bulan ini, silakan menghubungi Kak Irma di sini. Buku ini belum didistribusikan di toko buku, sehingga teman-teman harus bersabar menantinya. Teman-teman boleh menunggu hingga buku ini hadir di toko, atau boleh langsung menghubungi Kak Irma

Selamat menikmati Literasi yang tersaji dengan lezat dalam buku "Esai Tanpa Pagar" 

1 comment: