Doa di Beranda

akan kau temui seorang lelaki di beranda
bila tak ada lagi tentang hari haru
atau bahkan sebaliknya
saat tersisa sepenggal percakapan semu
antara seorang ibu dan anaknya
direkam reranting dua pohon kurus
juga dedaunan kering di halaman
lalu seorang menuliskannya dan terbaca
hingga larik-larik hujan tiba di kota ini

pada pagi hari
lelaki itu terbiasa menuliskan separuh 
dari apa yang tak sempat dia jelaskan
di balik bayangan perempuan 

pada siang hari
dia kirimkan doa agar kotamu,
tak lagi seterik berita di dalam surat kabar
di balik ketakutannya, seorang diri dia mendoakanmu 

pada sore hari
dia padamkan niatnya
untuk mengenalmu dari seluruh
yang terbenam tapi tidak pada doanya

pada malam hari
dia mendengar seorang dari dalam dirinya
berbisik pelan agar berhenti
hingga hari itu tiba mendoakannya 

akan kau temui lelaki di beranda
bila tak ada lagi tentang hari haru

mungkin aku,
atau lelaki lain yang berdoa 
pada subuh yang tak bertubuh
dengan doa penuh teduh

untukmu. 

dok.pribadi

Makassar, 28 Mei 2014

1 comment:

Powered by Blogger.