"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Wednesday, April 23, 2014

Terminal Kota

7:43 AM Posted by Wawan Kurn No comments
Katamu,
aku anak April
dilahirkan dari perselisihan Maret dan Mei
dimenangkan pada kenyataan penuh tanya
aku, mungkin;
mungkin, aku; entahlah!

nasibku atau nasibmu,
telah dikurung pada peta skala 1:500
dipasang di depan sebuah terminal kota, museum, kantor pos
dan orang lain menyenanginya
aku pun demikian

mungkin aku senang menumpangi waktu 
tersesat dan lupa dengan segala
juga terminal di bulan April

Katamu, 
aku anak April
tumbuh dan berpindah dari kota ke kota
yang selalu dibangun dengan ketiadaan
ketika masa lalu ditangkap
dan dilindas roda-roda
yang baru saja keluar dari terminal

sungguh, malam ini aku sedang tak sendu
tapi jika kau melihatku memelihara
pertanyaan yang tak pernah nyata
biarkan saja, aku mungkin aku.

bila esok kau melihatku di sebuah terminal kota
sedang memandangi nasib-nasib sibuk hendak berpindah kota
sambil mendengar masa depan ditertawakan 
juga merasa masa lalu masih dicemaskan
silakan tersenyum,

telah kusediakan waktu untukmu
yang dapat kita tumpangi bersama
menemani nasib kita berpindah
dan mengucapkan salam perpisahan yang manis

sekali lagi, 
katamu, "aku anak April"
dan aku tak pernah percaya 
pada seorang yang percaya
bila nasib tak pantas melambaikan tangan
untuk pemiliknya
yang sendiri termenung pada terminal kota

selalu sendiri,
kecuali "nasib baik" hendak berbaik hati menemani 

Terminal Kota, April 2014

Sumber Gambar: http://jotravelguide.com

*Untuk sejumlah orang yang mengajakku ke Terminal memandangi nasib orang-orang yang melambaikan hidupnya pada ketiadaan.

0 comments:

Post a Comment