Sajak Tulang Berulang

setelah katamu tumbuh dengan kuat
dan kita semakin terpaut pada hal-hal penuh penat
semakin hari, waktu kita mainkan dengan lambat
aku belajar tumbuh lebih cepat

kini kau melihat hujan menangisi kaca
sambil menghibur dia yang sedang membaca,
matanya mencari bayang-bayang kata
hingga retak segala yang dia miliki dan pecah

jantungnya berdetak memukul tulang dada lebih keras
jiwanya telah sepi dengan segala kabar,
dengan segala angan-angan,
kepada seluruh apa yang terasa amat jauh

kau berputus asa pada yang berulang
hingga tak lagi ada tulang yang menopang
segala hal yang beraroma lebih dalam
semisal bunga jasmine dan mimpi

dia percaya pada yang berulang
pada jiwanya yang hampir mati
dan tubuhnya yang tinggal
tulang belulang di mainkan waktu

sungguh, aku tak pernah ingin mati lebih cepat
di matamu

Makassar, 28 April 2014

5 comments:

  1. HI,
    Keren yaaa....
    Mampir juga yuk ke http://gebrokenruit.blogspot.com/2014/04/bermimpilah-untuk-menjadikannya.html
    Terima kasih banyak;)

    ReplyDelete

Powered by Blogger.