Perpustakaan dan Dunia Dalam Jari


Sebagian dari kita telah menjadikan internet sebagai sebuah kebutuhan yang hampir setiap hari dibutuhkan. Internet telah menghadirkan sejumlah media sosial yang pada akhirnya menciptakan ruang yang lapang untuk kita berinteraksi tanpa harus mempermasalahkan waktu dan jarak. Tiap-tiap dari pengguna sosial media telah menciptakan hubungan baru di dunia maya, Internet hadir menawarkan sejumlah hal yang menyenangkan selain dari tujuan utama “mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya”.

Saya pernah mendapatkan sebuah nasihat dari seorang kawan, “jadikanlah internet sebagai perpustakaan besar, tempat yang tepat untuk menemukan berbagai sumber informasi” Saya setuju dengan nasihat tentang internet itu. Apakah mungkin internet mampu mengalahkan Library of Congress? Perpustakaan yang berada di Washington DC, Amerika Serikat didirikan pada 1800 memiliki koleksi buku lebih dari 30 juta buku.   


Sumber: serupedia.com | Library of Congress


Saya seorang mahasiswa psikologi, beberapa mahasiswa psikologi telah melakukan penelitian tentang internet dan perilaku. Ternyata, ada sebagian dari kita yang menjadikan internet adalah segalanya. Ada pula yang menjadikan internet sebagai ruang yang sekedar berkomunikasi, bukan untuk mencari informasi dengan luas. Meskipun sebenarnya, dalam berkomunikasi dengan orang lain, bisa jadi kita mendapatkan informasi.  

Jika membayangkan dunia ini kehilangan akses internet, sehari saja. Ada banyak hal yang bisa terjadi, mungkin akan ada pebisnis yang harus kehilangan peluang menang proyek, ada percakapan yang hilang dan janji yang dilupakan, ada hubungan yang belum sempat bersemi tiba-tiba harus putus dan usai. Ada file tugas mahasiswa yang bernasib buruk lantaran harus dikumpul via email. Toko-toko online akan libur dan kehilangan sejumlah peluang menyenangkan. Orang-orang yang telah menaruh nasibnya di internet bisa jadi bernasib baik atau mungkin sebaliknya.

Koneksi

Saya juga membayangkan, komunikasi langsung dalam media sosial sejenak berhenti dan orang-orang mulai merencanakan pertemuan langsung, tatap muka dan berbincang di dunia nyata. Komunikasi bisa menjadi jauh lebih berbeda dan interaksi akan terasa jauh lebih bermakna dengan adanya jabat tangan, saling tukar senyum, cerita dan sejumlah ekspresi wajah sesungguhnya yang sulit untuk kita temukan di internet. Sekalipun menggunakan video call, tetap saja ada sensasi yang berbeda antara pertemuan dunia maya dan dunia nyata.  

Internet bisa menjadi kawan yang baik, bisa juga menjadi musuh yang penuh tipu muslihat. Saya pun masih belajar untuk menggunakan internet dengan bijak, saya bahkan tak sadar apakah internet telah menjadi kawan atau telah menjadi musuh. Terkadang saya merasa kehilangan waktu yang harusnya digunakan untuk berinteraksi langsung harus tergantikan dengan kehadiran internter yang serba memudahkan. Saya cemas jika harus meninggalkan perpustakaan dan buku-buku yang sesunguhnya lantaran interntet hadir kemudian membuatnya menjadi lebih mudah.

Interenet kusebut dunia dalam jari. Jari jemari yang menari diikuti keinginan yang terus liar dikepung sejumlah informasi yang tersebar. Seperti halnya dunia yang sesungguhnya, ada banyak pilihan yang ditawarkan internet, saya masih belajar untuk hidup dalam dunia yang penuh pilihan.


“Hidup adalah pilihan, sesederhana itukah?.”  

Bagaimana pun, internet hadir menawarkan sebuah peluang baru untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Jika pengguna mampu bijaksana dalam menentukan pilihan dalam internet. Petani, akan bisa lebih menyuburkan atau membuat alat setelah mendapat inspirasi dari internet, setelah membaca kabar petani yang ada di negara lain. Para remaja yang mendapatkan pengalaman dari kisah-kisah yang dibagi di internet akan belajar menjadi pribadi yang lebih bermanfaat. Para koki mampu mencipta masakan dari berbagai negara dengan mengakses informasi di internet. 

Saya percaya, hal yang membedakan sebuah bangsa yang tangguh dengan bangsa yang lemah terletak dalam potensi yang dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM). Bila saja Indonesia telah memiliki SDM yang handal dan berpengalaman, maka dapat dipastikan bangsa kita yang dipenuhi dengan Sumber Daya Alam yang kaya akan terlahir sebagai bangsa yang tangguh di mata dunia. Infromasi wajib untuk disebarkan dengan harapan ada proses memilih dan memperbaharui pengetahuan hingga menjadi semakin kaya. Dari sanalah, masa depan akan lebih terlihat dan kita patut berharap bahwa Indonesia akan lebih baik dari sekarang. 

Internet mampu memberi informasi, tapi sebelum itu, kita mesti belajar cara menggunakan internet dengan baik dan lebih bermanfaat. Cara menjadikan internet sebagai perpustakaan yang lebih bermanfaat adalah cara terbaik untuk belajar menggunakan internet. Setelahnya, kita mampu menemukan dunia dalam jari yang lebih luas dan bermanfaat. SDM yang ada di Indonesia wajib dipenuhi dengan informasi yang terupdate, dengan internet masalah itu akan terjawab. Mari genggam internet dan ciptakan SDM yang mampu bersaing di dalam dunia internasional.   

______________________________________________________________

Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Sehari Tanpa Internet 

No comments:

Powered by Blogger.