Surat Akhir Maret

"Bila kau merasa terasingkan dari pikiranmu sendiri, datanglah atau cari tempat yang lebih tinggi. Lihat apa yang mampu kau jangkau dengan dua buah matamu yang kadang terburu-buru memandang" 

Saya sedang menyusun sejumlah rencana untuk beberapa bulan ke depan. Tapi, dalam proses semua itu, ada hal yang kadang membuat saya harus berpikir ulang dan menyusun rencana yang berbeda dari sebelumnya. Ritme bulan ini jauh agak lambat dan mengkhawatirkan. Namun, semua akan baik-baik saja jika yakin mampu mengalahkan kemalasan itu sendiri. 

"Aku tidak akan kalah dengan kemalasanku sendiri, jika aku kalah, maka di situlah kematianku" 

Mungkin menghabiskan waktu di ruang baca atau di perpustakaan adalah pilihan yang baik untuk perasaan seperti apa yang saya dapatkan. Seminggu ini, saya senang berdiri dan memandang Makassar dari ketinggian lantai 12 Gedung Phinisi. Saya senang dengan pemandangan yang ada. Selain itu, masih ada sejumlah buku yang kadang mampu membawa kita ke tempat yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan lantai 12 itu. 

Mungkin, saya benar-benar akan menghabiskan waktu di tengah buku-buku yang menjadikan semuanya terlihat indah dan menenangkan. 

"Tinggikanlah keinginanmu, juga keyakinanmu bahwa kau tidak akan kalah dengan kemalasanmu yang tangguh" 


Sebentar lagi Maret berakhir, semua akan berganti dan tetaplah menjadi baik. Dengan surat Maret ini, saya belajar menegur diri dan belajar dari apa yang telah terjadi seketika, disengaja maupun tidak disengaja. Kehidupan ini, sungguh mengajarkan kita untuk terburu-buru. Benarkah?

No comments:

Powered by Blogger.