Yang melihatmu tertawa selepas kau menangis

yang melihatmu tertawa selepas kau menangisi tahun kemarin
kini beranjak melewati halimun pagi, pada jejak harum di pipimu
telah dititipkan isyarat untuk bertemu
pada tangisan yang harus diselesaikan tepat waktu

yang melihatmu tertawa selepas kau menangisi bulan kemarin
diam-diam masih menyumpahi alasan air matamu mengalir waktu itu 
ditanggalkannya hari perpisahan demi menafsirkan pertemuan 
dan matamu adalah buku dengan halaman tak terhitung

yang melihatmu tertawa selepas kau menangisi minggu kemarin
tengah menyiapkan catatan teka-teki lucu dari koran
dibacakan untuk dirinya sendiri, lalu mengajarkan dirinya sendiri
cara menjadi tawa, yang selalu dia bayangkan pada malam hari

yang melihatmu tertawa selepas kau menangisi hari ini
sedang sibuk meramu serbuk mujarab untuk mencipta bahagia
bila di senyummu telah merekah menjelang petang 
seorang itu meminta arwahnya menulis puisi

sambil mendengarmu menangisi kepergiannya setahun kemarin
pada sebuah puisi yang waktu.

seorang yang melihatmu tertawa
selepas kau menangis

ingin mendengarmu menangis kembali
pada suatu waktu dalam puisi ini
kemudian menerjemahkan kematian sebagai isyarat
pada jiwa yang selalu mendoakan keselamatanmu


Makassar, 15 Februari 2054



No comments:

Powered by Blogger.