Kenangan

jauh sebelum kita saling menatap di malam setengah purnama
telah kusimpan dan kurawat dengan sangat hati-hati, sebuah nama
yang tak lain adalah kepunyaanmu 

kudapatkan namamu pada pertemuan yang tak pernah kau pahami
di mana aku serta keinginan sederhanaku bersembunyi 
pada batin paling lapang, dan juga di balik kain hitam pentutup rupa

kali ini, aku sekedar ingin beri kabar 
juga pertanyaan ganjil bagimu 
"malam apa yang kau tuju untukku?"

kabar kita telah dihakimi waktu dan mungkin bersalah
dia liar belari mengelilingi kota tanpa kata, takut terkurung

sebelum aku tertidur, dia kadang datang mengetuk  mata 
yang tak mampu mengatupkan diri pada malam penuh duri
bagi ingatan-ingatan bersalah dan kalah

detik ini, dia semakin liar berlari
"aku ingin menemaninya berlari"
mengejar waktu lampau di masa itu
ketika kita saling menatap di malam setengah purnama


"adakah kau ingin menemuiku di malam yang sama?"
di malam purnama, saat nama kita menjelma sepasang merpati
dan tersesat hingga terbang menemui ketakutanmu  
serta mati di langit Desember yang menyimpan nama “kenangan”



 Makassar, 9 Februari 2014



1 comment:

Powered by Blogger.