"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Thursday, December 5, 2013

Sepotong Bulan

6:55 AM Posted by Wawan Kurn 1 comment

angin tak pernah punah
jadi bahasa alam yang menyahut
setelah aku meneriaki sepotong bulan
di atas langit

mungkin jiwaku
selalu butuh seberkas cahaya
sepotong bulan pun cukup
sebab bulan tak mungkin penuh
dan betah

air mata tak pernah jatuh percuma
jadi isyarat sederhana
bahwa jiwaku memudar dan kering
oleh panas kota siang ini

mungkin jiwaku
butuh aliran sungai
dari mata air
air mata

mungkin jiwaku
mesti dialiri sungai air mata
dan sepotong bulan
kusandarkan pelan-pelan
pada aliran sungai di jiwaku

sepotong bulan
memantulkan cahayanya
pada tubuh aliran air mata
mencukupkan angan 
memiliki bulan penuh

mengalirlah air mata
memanggil potongan bulan
yang tak pernah penuh dan betah

Makassar, 5 Desember 2013

1 comment: