Muara

-ibu

waktumu
telah melahirkan aliran doa-doa
hingga bermuara pada rindu
untuk mempersembahkan
segala apa yang kau rindu
atas kelahiranku

sujudmu kepadaNya
telah kau tanam
hingga mengakar
amat dalam di tubuhku
menawar lemah atas langkah
menuju pusara bagi asa yang rapuh

waktumu
telah menjadi pepohonan
dengan amat rindang
membentangkan banyak teduh
dalam perjalanan menuju muara
atas jawaban doa-doa untukku

sujudmu kepadaNya
telah menjelma
jadi bait-bait puisi
bagi anakmu
yang masih
belajar menulis puisi

puisi kepadamu dan juga kepadaNya

waktumu terus mengalir
sementara waktuku terus berdoa
meminta Tuhan mengalirkan inginku
tiba pada muara yang kau pinta

waktu terus mengalir


Makassar, 11-12-13

No comments:

Powered by Blogger.