Mata Kering


tanah ini kering, paling rindu air mata
bukan hujan atau pun kedatangan mata air
tanah ini tak lagi milik anak-anak periang
bukan, bahkan riang itu ikut jadi kering

malam mengajar mereka beberapa hal:
~ menidurkan ingin, membangunkan kecewa,
   lalu berselimut angan yang angin.
malam jadi guru bagi keraguan. Memalukan.  

tanah ini kian kering, hari ke hari.
hati langit dipenuhi terik
hati ke hati mulai jadi pelik
anak bumi lahir dari nestapa

tanah ini kering, paling rindu air mata
tapi, tubuh dari tanah berdiri jadi api
sangat terik, berkobar dan hambar

kering ini berasal dari hati jadi hari
hari jadi lari menjemput terik
membiarkan langit mewariskan terik
hati sejuk sebenarnya tanah subur
tapi dulu,

menanam dunia bagi anak-anak
itu mimpi,

mencari tubuh tanah; subur dan luhur
jadi perang bagi diri
melawan kering tanah dan hati

siapa pemilik tanah dan hati kering itu? KEPARAT.
adakah mereka menyimpan air mata? TEPAT
            ~untuk menjawab rindu atas sendu di tanah

siapa pemilik tanah dan hati kering itu?
adakah mereka menyimpan air mata?



2013

*Catatan: Salah satu puisi yang termuat dalam antologi "Puisi Menolak Korupsi" 

No comments:

Powered by Blogger.