"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Wednesday, November 6, 2013

Anak Laut

11:32 PM Posted by Wawan Kurn No comments
Jembatan kayu tua di dermaga
langit biru serta tumpukan resah mendesir
bersama angin angan para nelayan
menjadi satu di akhir petang

nak, di manakah perahu kita akan bersandar?

Ketika ditanya,
anak-anak berlari kegirangan menjemput laut
yang telah merawat hidupnya,
merawat ayahnya dan
telah lelah menahan derita mereka

pagi datang perlahan mengulang kehidupan
mereka hanya menggulung jaring-jaringnya
menangkap bayang-bayang
tapi sayang, semua melayang dan terulang

kala hujan, anak-anak berlari kegirangan
mereka senang merajut hujan
berharap mampu membuat jaring yang lebih besar
atau berharap dunia ini seluruhnya jadi laut


"nak, di mana perahu kita? Tuhan mencarinya"

.Makassar, 7 Nov 2013

0 comments:

Post a Comment