"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Thursday, August 15, 2013

Catatan "andai-andai" Menjadi Presiden!

11:59 AM Posted by Wawan Kurn , , 9 comments
Presiden?

Menjadi Presiden? Menjadi pemimpin?




Pertanyaan yang akan jadi angan lalu dicuri angin dan dicari para pencuri. Termasuk saya yang mungkin akan jadi pencuri.  
*
Indonesia punya banyak harta, bangsa kita kaya. Namun sayangnya, kita dikenal sebagai bangsa yang masih kesulitan dalam hal mensejahterahkan rakyat. Sejahtera itu dicuri oleh saudara kita sendiri. Mereka pandai dan punya kewenangan besar. Kita yang tak punya apa-apa, jelas akan kalah dan jatuh ditengah perlawanan. Mungkin saja, saya terkadang menjadi pesimis melihat Indonesia.

“Pencuri yang pandai; koruptor” seperti itulah pesan yang diteriakkan anak-anak jalanan dalam potongan film “Alangkah Lucunya Negeri ini!”  Siapa sangka, bahwa Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan alam melimpah tidak dapat membawa kita pada kondisi yang sejahtera, damai, tentram dan bermartabat. Mungkin, kekayaan yang Indonesia miliki hari ini adalah sebuah kutukan. Bahkan kepandaian yang dimiliki sebagian orang di Indonesia, juga sebuah kutukan. Selain pesimis, saya juga senang ber-negative thingking.

Usia bangsa ini, sekiranya dapat mendewasakan kita untuk mengenal dan menyadari Indonesia seutuhnya. Namun sayang, usia ini malah mengajak kita ke dalam liang kubur kita masing-masing. Indonesia dengan keanekaragamannya, sekiranya dapat menjadi miniatur dunia yang memperlihatkan sebuah bangsa yang tangguh. Idealnya, kita selalu bermimpi indah namun sebelum meninggal dunia, tidak ada salahnya kita menjaga atau berusaha untuk mewujudkan mimpi itu. Selagi mimpi itu gratis, maka saya senang bermimpi.

Di Indonesia, harga sembako melonjak makin mahal, biaya pendidikan mencekik, namun mimpi masih gratis. Mari bermimpi lalu berusaha mewujudkannya. ;)
*

Pertama, masyarakat wajib merasakan kebebasana dari penindasan. Kekayaan telah menjadi raja, uang jadi tuhan baru dan nurani menghilang seketika. Bangsa kita butuh pemimpin yang sadar dan berani melakukan pembebasan, atas pikiran dan perasaan yang terjajah oleh waktu dan kesombongan. Kedua, menghilangkan perlakuan diskriminatif. Kebersamaan rakyat dan pemimpin terputus begitu saja, seandainya ada usaha untuk memperbaiki? Mungkin saja lewat tulisan ini, atau mimpi saya yang ingin jadi presiden. Pemimpin berkewajiban membangun komitmen yang konsisten pada kebersamaan dengan menghapuskan diskriminasi yang terbentuk dari ikatan primordial.


Ketiga, menciptakan hubungan keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat. Berawal dari keterbukaan, dapat melahirkan sebuah kepercayaan. Kepercayaan (trust) yang dapat menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan yang lebih baik, menjadi bangsa yang madani. Selanjutnya, bila beberapa hal tersebut tercapai dapat diharapkan masyarakat memiliki sebuah kepedulian untuk menjaga kelangsungan bangsa Indonesia.

Namun sejauh ini, hal itu masih sebatas kekosongan atau kehampaan yang sangat seksi. Saya merasa seperti sedang berkampanye di sini, namun tidak. Terkadang saya berpikir untuk melihat diri saya tersesat dalam dunia yang saya tulis sendiri. Hingga akhirnya saya dapat menemukan jawaban atau jalan untuk keluar dan bebas menemukan titik-titik cahaya sesungguhnya.

“Pemimpin wajib berilmu dan berintegritas”
*
Hal-hal yang saya sebutkan, atau “andai-andai” yang saya tuturkan pada dasarnya dapat terwujud di Indonesia. Namun, hal yang patut kita sadari adalah pendidikan itu sendiri. Pendidikan ibarat cahaya yang mengantarkan kita untuk berjalan di dalam kegelapan yang saat ini menyelimuti bangsa Indonesia. Berbagai perkara yang hina atau masalah yang tak kunjung usai, menjadikan kita untuk belajar lebih bijak untuk melangkah.

"PENDIDIKAN ADALAH SENJATA PALING AMPUH UNTUK MENGUBAH DUNIA" (Nelson Mandela)

Saya yakin, pendidikan akan menjadi senjata yang pas untuk membantu Indonesia. Menghidupkan optimisme melalui pendidikan juga menjadi harapan bagi kita semua. Tentu, semangat gotong royong atau kebersamaan juga menjadi tanda bahwa Indonesia akan mendapatkan masa yang jauh lebih tangguh.


Sebagai kesimpulan, sebelum saya melanjutkan “andai-andai” menjadi Presiden, saya ingin kembali belajar. Sebelum mengubah hal yang besar, kita bisa memulai dari hal kecil. Sebelum mengubah bangsa yang besar, saya ingin meningkatkan apa yang saya miliki hari ini, menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga!.

_________________________________

Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Blog FesTik Sulsel 2013. 

9 comments:

  1. nice! ;)
    mampir ya ke blogku, " Kalo Presiden Seperti Aku " http://atfangooners.blogspot.com/2013/08/kalo-presiden-seperti-aku.html
    thx ;)

    ReplyDelete
  2. Epic kak artikelnya. Utk bagian menciptakan hubungan keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat, sangat setuju kak, transparansi akan kinerja pemerintah itu memang perlu, agar masyarakat bisa melihat kemaksimalan kinerja dari pemerintahan kita seperti apa, dgn begitu masyarakat jg mampu memberikan aspirasi mereka, dgn adanya hubungan keterbukaan tersebut, sosialisasi antara keduanya akan terlahir dgn baik. Masyarakat percaya kpd pemerintah, dgn kepercayaan tersebut pemerintah diharapkan mampu memberikan kinerja yg lbh baik. Salam kenal kak :D

    Ditunggu follow jg kunjungannya di,
    http://tikameliv.blogspot.com/2013/07/andai-aku-jadi-presiden.html?showComment=1376628094123#c8420340751157573713

    ReplyDelete
  3. Menghilangkan diskriminatif, betul banget. Kadang ngantri atau urusan apa gitu sering dijumpai ada orang bawa2 jabatan agar mulus urusannya.

    http://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/2013/07/andai-aku-presiden.html

    ReplyDelete
  4. hallo sudah saya baca ya:) ini pertama kali saya mengunjungi blog kamu jugaa hehehe:) terimakasih sudah mengunjungi blog aku ya:D

    ReplyDelete
  5. bnar gan, pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia:) keren.
    kunjungi balik ya gan:)

    http://ikhbal-mylifestory.blogspot.com/2013/08/andai-aku-jadi-presiden-ten-of-golden_5.html

    ReplyDelete
  6. Pendidikan adalah senjaga paling ampuh untuk mengubah dunia. Setuju sekali. mantap
    http://bern33.blogspot.com/2013/08/andaikan-saat-saya-menjadi-presiden.html

    ReplyDelete
  7. "Sebelum mengubah hal yang besar, kita bisa memulai dari hal kecil. Sebelum mengubah bangsa yang besar, saya ingin meningkatkan apa yang saya miliki hari ini, menjadi pribadi yang lebih baik"
    gue setuju gila!!!

    http://jason-shakolf.blogspot.com/2013/08/presiden-dalam-perspektif-boyband.html

    ReplyDelete
  8. Siap, saya segera berkunjung dan membaca. :)

    ReplyDelete
  9. artikelnya mantap banget gan.. (y)

    Owner Dusun Pendidikan
    http://dusunpendidikan.blogspot.com/2013/07/andai-aku-jadi-presiden.html

    ReplyDelete