Menulis, Melukis, Menangis


 Bumi terpaksa menulis dan membaca
sebab langit punya penyakit baru;
ingin membaca karya bumi.

tanah menjadi kertas-kertas miliknya
di kaki manusia terdapat ujung pensil
melahirkan kata-kata dan menanamkan cerita
yang lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang

Langit tetap punya penyakit:
ingin melukis tulisan bumi yang kemarin

langit tak lagi lalu lalang
tangan-tangannya menarik
segala bintang-bintang
agar pulang dan berdiam sejenak

Bumi berhenti dan marah
Langit menderita dan menangis
lalu hujan meminta agar dirinya
jadi tangis yang menulis dan melukis

Langit masih punya penyakit;
menyukai sakitnya yang menyusahkan

BATUA RAYA; 2013

__________________

Diterbitkan di Harian Fajar, Minggu 16 Juni 2013

1 comment:

Powered by Blogger.