Keringat

 


diam-diam jendela menutup diri
atas segala cahaya usia senja yang dingin
hilang tanpa ada satu kata berdiri
kepada dunia petang yang benderang

puisiku adalah peperangan mini
atas keinginan merdeka dari petang
kepada cahaya yang maya
dan laju atas jurang yang meminta
agar dirinya segera dijamah

atau kuburan yang berkeringat
bagi asa yang pupus
dikupas waktu

[2013]


Terbit di Koran Harian Fajar, Minggu 12 Mei 2013

No comments:

Powered by Blogger.