"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Thursday, May 9, 2013

Hope For Us

8:48 AM Posted by Wawan Kurn , No comments
Di Kota ini, tempat aku dan harapan-harapanku tumbuh. Ada banyak hal yang mesti jadi cerita, banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran sebagai bekal menjalani proses kehidupan yang entah kapan berakhir. Saat ini dan beberapa bulan ke depan, aku masih berstatus sebagai Mahasiswa SI Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Beberapa hari yang lalu, aku menumbuhkan harapan baru di kota ini. Sekaligus belajar untuk membuat hidupku berarti dan berarah pada satu titik.


Aku mengajak beberapa teman Fakultas Psikologi UNM untuk berkumpul dan berdiskusi sejenak. Kami kemudian sepakat, melakukan sebuah proses belajar bersama. Proses belajar yang berbeda dari biasanya; semua itu kemudian menjadi harapan yang dijaga bersama. Beberapa poin yang kuharap akan lahir dan tumbuh:


Pertama, kami yang akan menjadi Psikolog akan menjadi Psikolog untuk diri masing-masing sebelum menjadi Psikolog untuk orang lain.

Kedua, kami wajib mengembangkan kemampuan untuk mengetahui “Who Am I?” Semakin mengenal diri dan kemampuan yang kami miliki dan berhenti mengeluhkan kekurangan yang ada. Semua ada di Psikologi Positif, sudah saatnya mengembangkan kemampuan pribadi yang positif.

Ketiga, kami bisa berusia dan bermanfaat bagi sesama. Semoga inovasi yang lahir akan terus berkembang dan dapat menular di berbagai pihak. Indonesia punya banyak kepala yang rajin mengeluh dan berhenti dengan alasan putus asa, pesimis, dan mengagung-agungkan kekurangan.

Keempat, kami bisa menemukan, meningkatkan kemudian menjaga kebersamaan. “THE POWER OF TOGETHERNESS” akan menjadi kunci untuk mencapai tujuan besar dari semua ini.


Menjadi lebih baik dari hari kemarin seperti pesan Nabi Muhammad SAW, maka dengan adanya program dan kelompok itu, aku berharap bisa menjaga pesan tersebut. Aku juga ingin berbagi dan memberi sebanyak mungkin, semua mimpi akan tercapai. Optimisme juga menjadi poin penting untuk membangun pribadi yang tangguh.
  

“A pessimist sees the difficulty in every opportunity; An optimist sees the opportunity in every difficulty”

Orang pesimis akan melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, sedangkan orang yang optimis akan melihat kesempatan dalam setiap kesulitan. Aku senang belajar tentang itu, semua yang berkaitan dengan kepribadian, perilaku, atau emosi positif yang kemudian dapat memberikan dampak besar bagi perkembangan kognitifku. Semua menyenangkan, aku bersyukur menjadi mahasiswa Fakultas Psikologi. Dulunya, aku mengira aku akan gagal, aku salah jurusan, dan aku tersesat di fakultas ini. 



Tapi, proses yang kian berjalan membuat aku sadar bahwa semua pertanyaan masa lalu terjawab dari usaha untuk mencari tahu, menemukan jawaban. Socrates mengatakan pertanyaan lebih penting dari jawaban, sepertinya demikian. Pertanyaan itulah yang mengantarkan aku untuk menemukan lebih banyak jawaban, lebih banyak kepala, mata dan pikiran yang kutemui. Aku bersyukur atas nikmat Tuhan kepada hambanya.

*


4 Mei 2013, aku terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi tingkat Universitas. Selanjutnya, lulus ke tahap nasional juga menjadi harapan, semenjak pemanggilan ke tahap nasional hanya dipilih berdasarkan 15 Mahasiswa terbaik seluruh Indonesia, UNM belum pernah berhasil lulus ke nasional. Sejarah itu menakutkan, sekaligus menyedihkan. Sempat aku pesimis mendengar catatan itu, namun ini saatnya aku membuktikan kekuatan harapan, kerja keras, dan keyakinan, optimisme.


Tuhan memperkenalkan kondisi ini kepadaku agar semua bisa kulewati dengan kuat dan lebih bersemangat dibanding yang lainnya. Pertemuan Young Leaders for Indonesia kemarin, memberikan aku kesempatan untuk bertemu dengan MAPRES UI dan UGM dalam satu forum. Selanjutnya, semoga kita bertemu di forum Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. Amin

0 comments:

Post a Comment