Waktu yang AKU


Sudah kuhimpun beberapa jejak 
dalam kalimat yang kau sematkan petang itu

kepadaku, dunia menyimpannya amat rapat 
di sepasang lengan waktu dan patuh kepada sunyi

lamat-lamat aku melihat AKU dalam segala waktu
beriringan mengulur seluruh tanya tanpa sunyi

namun sebenarnya...
jalan ini menuju sepi, sepintas rintang menuntun
hingga jejak cerita di akhir bulan ini 
dan segala tentang aku
berubah kian pasti 

Memang sudah kuhimpun tubuhku 
yang kemarin kuhamburkan 
dalam segala ruang pada spasi puisi yang rapuh

dengan segala doa agar segera menjadi lagu  
entah irama apa dan selama apa,

tapi kiranya jalan ini menuju kesunyiaan
tempat ceritanya menjadi nyanyian 
waktu menjadi pendengar segala
tanpa jejak satu pun

Aku ingin menggenapkan jejak 
yang segera ingin beranjak
dari puisi kemarin petang, 
sebelum sunyi benar menjadi gelap lalu penat

tanpa membiarkan aku dan aku
bernyanyi dengan puisi 
lalu menggenapkan makna 
di ujung jejak yang ada pada kalimat - kalimat ini. 

Makassar, 18 April 2013

Sumber gambar: wakpaper.com

No comments:

Powered by Blogger.