Menjadi "PSIKOGENESIS"


Selasa yang memberi banyak rasa.

Pagi ini aku mendapatkan panggilan dari Pak Imam Gunawan, kemudian aku diajak untuk mendengarkan diskusi tentang pendidikan bersama Komisi X DPR -RI di gedung Pasca Sarjana UNM. Selanjutnya  berdiskusi bersama beliau, membicarakan beberapa hal yang menarik.

Aku pernah bertemu beliau setahun yang lalu, namun kemudian saling mengenal saat berada dalam Program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada. Beliau bertanggung jawab atas program itu, dan senantiasa berbagi dan membimbing kami. Ada beberapa PR yang kemudian dititipkan kepadaku, saat ini aku masih berpikir memecahkannya. Terima Kasih Pak, atas kesempatannya hari ini dan segala perbincangan kita.  

Pagi ini juga, sebelum bertemu Pak Imam. Aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke Tempat Pemilihan Suara Pemilihan Ketua BEM Fakultas Psikologi UNM. Bahkan menjadi tiga orang pertama untuk mencoblos hari ini. Dua tahun yang lalu, aku pernah bertugas sebagai anggota KPU di Psikologi. Kegiatan itu penuh dengan cerita.

[Sumber: Adi Psikogenesis] Pemilih Pertama
*
Beberapa Minggu ini, aku tengah disibukkan dengan beberapa pikiran yang amat liar. Ada banyak keinginan yang selalu ingin kutuntaskan segera. Salah satunya, kembali dalam gubuk berita PSIKOGENESIS. Sore ini, akhirnya aku bisa berkumpul dan berdiskusi dengan para anggota baru. Mereka hebat dan punya harapan besar untuk PSIKOGENESIS.

Sebelumnya, akan kujelaskan sedikit tentang PSIKOGENESIS.

PSIKOGENESIS merupakan Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Psikologi UNM. Aku bergabung dua tahun yang lalu, tepat saat menyandang status Mahasiswa Baru.
  
September 2010

Hari itu, saat seluruh Lembaga Kemahasiswaan datang dan memperkenalkan diri dalam forum. Mulai dari BEM, MAPERWA, FSI, PSYSPORT, hingga PSIKOGENESIS. Seluruh LK menampilkan presentasi yang menawan dengan PPT yang didesain dengan menarik. Dengan PDH para pengurus yang terlihat kompak dan bersama. Semuanya berusaha untuk memancing perhatian, terutama kepada Mahasiswa Baru.
Tapi, PSIKOGENESIS datang dengan jumlah dua orang saja, tanpa PPT dan PDH. Dua orang itu hanya membawa buku catatan saja, dengan sederhana dan singkat mereka menampilkan PSIKOGENESIS menjadi lebih berbeda. Namun terbilang kurang menarik, bahkan terakhir MAPERWA memberitahukan bahwa jika tahun ini PSIKOGENESIS tidak mendapatkan anggota dan program kerja yang jelas, maka jalan terbaik akan segera dibubarkan.

Dibubarkan?” tanyaku dalam hati
“PSIKOGENESIS” Aku menyukai namanya, lebih keren dibandingkan yang lain. Di tambah dengan niatku untuk belajar menulis, kupikir inilah tempat yang paling menarik, tempat yang akan sedikit menantang.

Selesai penjelasan tentang PSIKOGENESIS, salah seorang teman bertanya tentang letak Sekretariat PSIKOGENESIS.

“Kak, sekretnya PSIKOGENESIS di mana?”
“Belum ada. Kemarin ada di Gedung BI tapi karena pembangunan menara PINISI, terpaksa dirobohkan” 

Mendengar jawaban itu, aku serasa semakin tertantang. Pada akhirnya, terkumpullah 11 orang yang berminat untuk bergabung dalam PSIKOGENESIS. Dua orang pengurus PSIKOGENESIS itu adalah Kak ARDI dan Kak KELVIN. Mereka seperti orang yang tengah menahan dinding rumah kayu yang siap rubuh. Namun, dari mereka berdua aku merasa tertantang dengan kemampuannya bertahan dalam kondisi yang sulit, tanpa dukungan. Kecuali dukungan dari dalam diri mereka masing-masing.

“Bisakah aku seperti dua orang itu?”
*
“Mengapa aku memilih dan bertahan di PSIKOGENESIS?”

Alasan yang kuat dibutuhkan untuk mempertahankan pilihanmu. Berikut beberapa alasanku untuk berada di PSIKOGENESIS.

Pertama, ada tantangan sendiri yang kurasakan saat pertama kali bertemu dengan PSIKOGENESIS. Tepatnya bertemu dengan pengurus terakhir PSIKOGENESIS di tahun 2010 [Kak ARDI dan Kak KELVIN]. Memilih bergabung dalam kondisi kritis seperti itu jelas akan mendorong aku untuk lebih bersemangat dan bekerja lebih dibanding dengan teman-temanku yang lain. Ada ancaman untuk dibubarkan, juga menjadi REINFORCEMENT. Ada SELF - CONTRACT  yang kubuat untuk diriku sendiri, tepat pada hari di mana aku merasa tertantang.

Kedua, impianku menjadi penulis amat besar. Aku bergabung untuk belajar, dan berusaha untuk meningkatkan kemampuan yang kumiliki. Di PSIKOGENESIS ada harapan yang bisa kutanam dan nantinya akan tumbuh subur. Hari ini, aku berharap akar-akar harapan itu semakin kuat untuk menopang segala keinginanku.

Ketiga, sebagian teman memilih untuk berada pada kondisi yang lebih menyenangkan, dan tidak ingin ambil risiko. Maka, menempatkan diri dalam PSIKOGENESIS yang diancam akan segera dibubarkan sama dengan menjebak diri sendiri. Ada tanggung jawab yang kutanamkan pada diriku sendiri, berusaha untuk tetap bertahan, dan menemukan gubuk berita menjadi tantangan hari itu. Juga, menemukan anggota yang loyal tanpa meminta balasan.

Keempat, di sinilah sedikit demi sedikit aku belajar untuk ikhlas. Awalnya, aku ingin mendapatkan ini dan itu di PSIKOGENESIS, namun pada akhirnya butuh pengorbanan lebih dan itu menegangkan tapi menyenangkan. Bahagia ada di PSIKOGENESIS, seluruh masalah adalah gerbang untuk menemukan bahagia. Di PSIKOGENESIS ada banyak gerbang untuk bahagia.

Kelima, anggota baru dalam angkatanku yang berani menjebak dirinya serasa menjadi keluarga yang siap untuk tertawa atau menangis bersama. Mereka memberikan kekuatan tersendiri, dan juga dukungan dari kakak yang ada di PSIKOGENESIS.  

[Sumber: Psikogenesis] Saat Rapat Program Kerja 

Semua itu kemudian kujadikan senjata untuk menjadikan diriku lebih baik. 

*
Sore ini, aku bertemu dengan beberapa anggota baru dan mendengar cerita mereka. Terima Kasih telah hadir dan berdiskusi dengan kami. Tetap semangat pada pengurus tahun ini, kebersamaan semoga tetap terjaga. 
[Sumber: Psikogenesis] Pengukuhan Anggota Baru

Memang, MENJADI PSIKOGENESIS itu menantang tapi menyenangkan. Buktikan sendiri!

No comments:

Powered by Blogger.