"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Monday, April 22, 2013

Marah Kepada Tuhan?

7:30 AM Posted by Wawan Kurn , 2 comments

“Bagaimana kau menerima takdirmu?”

Aku heran mendengar pertanyaanmu sore ini, seolah kau tengah dilanda dengan masalah yang rumit. Tapi setelah aku bertanya ulang, kau menjawab,

“Semua baik-baik saja!”

Kau masih bingung dengan tulisanku, dan diriku sendiri. Bagaimana aku di dunia maya, dan bagaimana aku di dunia nyata. Aku lupa memberitahukanmu sore tadi, bahwa sebenarnya aku punya dunia sendiri, untuk diriku yang senang dengan kesunyian. Dunia tempat aku menemukan segala hal yang berkaitan dengan diriku.

Cerita kita hari ini terpotong begitu saja, dan kita belum melanjutkannya. Maka, lewat tulisan ini aku akan sedikit bercerita bagaimana aku dan bagaimana dunia yang telah kujadikan ruang untuk diriku sendiri. Kau mungkin akan menemukan dunia untuk dirimu sendiri, Semoga.  
*
“Apa kau pernah marah dengan Tuhan?”
“Ya, pernahlah. Tapi itu tidak ada gunanya”
“Kenapa kau seperti ini?”
“Seperti apa?”
“Bagaimana kau menerima takdirmu?”

Seperti itu potongan percakapan kita sore ini. Aku senang dengan pertanyaan-pertanyaan itu, dan segala saran dan kritikan untukku. Kapan-kapan kau boleh menambahkan kritikan yang lebih, aku senang dengan analisismu.  

Baiklah, sederhananya perjalanan hidup akan selalu menemukan arahnya selama kau terus berjalan. Aku jatuh berkali-kali, dan aku menyenanginya. Ada mimpi di masa lalu yang ingin sekali kuwujudkan tapi gagal karena kecerobohanku sendiri. Ada harapan yang gagal kusuburkan di masa lalu karena kesalahan fatal yang kulakukan. Tapi dari sanalah aku belajar untuk memaknai berbagai peristiwa yang datang dalam hidupku sendiri. Dari semua itu, aku menyimpan semuanya di dalam duniaku.

Mari hapus kata “kegagalan” dalam perjalanan hidup kita, sebab kata itu hanya membuat kita menjadi berpikir negatif kepada Tuhan. Menurutku pribadi, kita mengatakan gagal karena telah menyesal dengan pilihan. Mesti ada penyembuhan batin saat kita terjatuh, salah satunya tidak perlu tenggelam dalam penyesalan. Beruntung aku bertemu dengan “Manusia tanpa Penyesalan”, ada beberapa orang yang berani bersikap seperti itu.

“Apakah kau ingin menjadi makhluk seperti itu?”

Mereka selalu bisa mendapatkan pelajaran penting dari berbagai kondisi. Mereka selalu bisa senyum dengan damai, dan menang atas pilihannya. Mereka menemukan alasannya untuk bangkit dan membenahi diri.

Aku belajar banyak hal dari manusia seperti itu. Seperti katamu, alasan untuk hidup mesti kita temukan. Alasan akan sangat berpengaruh pada kemampuan kita untuk mempertahankan pilihan. Semua akan berjalan dengan seimbang, aku senang hari ini dan bisa saja aku sedih Minggu depan atau kapan saja. Tapi, semuanya akan menyenangkan, tergantung dari cara kita memaknai peristiwa.

“Kita bisa menjadi biasa di dalam kondisi luar biasa, dan kita bisa menjadi luar biasa di dalam kondisi yang biasa. Tergantung dari cara kita memaknai”

Dalam Psikologi positif, “Bahagia itu pilihan, mau bahagia atau tidak bahagia”

[Sumber: 123rf.com]

Jadilah manusia yang semakin KUAT setelah kau jatuh karena ada beberapa alasan;

Pertama; Tuhan tidak memberikan ujian yang melewati kemampuan hambanya. Maka, jika ada ujian, percaya diri saja dan berpikir positiflah bahwa Tuhan akan membuatmu lebih tangguh.

Kedua; mungkin aku akan mengajakmu belajar Psikologi Positif, bagaimana seseorang akan semakin maksimal setelah berada pada kondisi kritis. Masalah dianggap sebagai gerbang menemukan kebahagiaan. Syukurilah masalah atau ujian yang ada, Tuhan sedang membagikan bahagia kepada kita. Saat itu juga, kau akan semakin menemukan dirimu yang sesungguhnya.

Ketiga; Hadapi semua dengan senyuman dan optimisme bahwa kau akan melewatinya dengan baik. Semua akan indah pada waktunya, perjuangan adalah keyakinan.


[Sumber: projectinspired.com]

Kata Bunda Tatty Elmir, “Pejuang sejati tidak akan mati dalam sekali tikam” . Pesan ini kudapatkan sewaktu mengikuti Forum Indonesia Muda 11. Kuharap kau bisa bergabung di sana, yakin saja! 

Dan ini ayat favoritku; 

"Dalam Kesulitan Pasti Ada Kemudahan, 
Dalam Kesukaran Pasti Ada Kelapangan" (QS, Al- Insyrah:5-6)

Sebagai kesimpulan, takdir akan selalu memberikan yang terbaik. Itu kesimpulanku, jelas berbeda dengan mereka. Tidak ada alasan untuk marah kepada Tuhan. Dari postingan ini, aku juga akan belajar kembali. Apakah aku benar-benar menjadi apa yang aku tulis atau hanya sekedar menulis. Kuucapkan terima kasih untuk sore yang kau bagi; Mari Berjuang! 


2 comments:

  1. saya suka kalimat ini "selalu bisa senyum dengan damai, dan menang atas pilihannya"...
    manusia itu dinamis termasuk takdir kita.,^-^

    ReplyDelete