"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Tuesday, April 23, 2013

Anak Desa [1]

7:16 PM Posted by Wawan Kurn , No comments
kepada anak-anak desa yang ingin segera dewasa;



Simpul waktu kalian tarik dengan pelan di kemudian hari, sebab ikatan - ikatan rapuh akan menjadi bangkai
ujung tali ini menjadi kepunyaan jari - jari mungil anak desa seutuhnya, dengan segala tawa yang dipasung secara bersama
di atas tubuh rumput yang tumbuh tanpa penat, atas segala rindang pepohonan yang tubuhnya siap dipeluk kapan saja

pijakan kalian juga ikatan yang lalai, sementara ada sesuatu yang sebentar lagi mesti dikuatkan
kepadamu, kusimpulkan lagi laju angin menuju utara agar arah dari segala takut tak berujung pada pembalasan

anak-anak kian gemar menimbang dirinya sendiri, tanpa aku, kau atau segala bayangan ibu dan bapak
perangkap ini bermain kepada segala sunyi di dalam dunia, kita bangun kembali di pagi yang muram
seorang dari mereka juga akan menemukan bangkai, yang terbingkai apa saja
sudah jauh hari aku sebutkan namanya namun lantas kejenuhan mati dihantam ikatan yang menggumpal

sudah ada pembalasan yang bebas kemarin, 
puluhan jemari segera dibuatkan makam yang jadi pemukiman sepi tawa
dan kepadaku, aku juga ingin jadi simpul tanpa waktu

kemudian bangkai dan bingkai menjadi kekasih seusia waktu di pengharapan terakhir
dan aku menyadari, bahwa yang kalian pasung bersama adalah segala keinginan yang membatu membeku
cairlah sebelum gelap, akan kurayu matahari untukmu



[Sumber: menyereading.blogspot.com]

Makassar, 24 April 2013




0 comments:

Post a Comment