"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Friday, December 14, 2012

Waktumu

6:56 AM Posted by Wawan Kurn No comments

:Untuk Tismi

sebelumnya,
aku mengira usia menjadi pertanda buruk
bagi perangai yang senang menerka masa

inginku lahir sebelum tanya di layangkan
agar kutarik, dan kuulur waktu sesukaku

kadang aku malu lantaran tak punya rupa menawan
waktu menelannya lahap, di usiaku masih kanak-kanak

kini tidak lagi…
lantaran waktu memang berkehendak tanpa persetujuan kita
melainkan persetujuan Tuhan

Anggun angin senja meramalkan parau
karena kau

mungkin saja, kataku

setelahnya,
berdendang gemuruh perang risau
beriringan tawa tapi rintih, pilu bertalu menderu

tak peduli, aku pilu
sekalipun tawa hilang dirangkul badai
kemudian mendatangkan hujan berjubah tangis,

aku selalu ada, dengan tubuhku yang ringkih
berdiri untuk hadirmu

maka,
aku ingin berkirim surat pada waktu,

melipat rasa benciku padanya
bisakah usiaku ditambahkan separuh dari bahagiamu?
atau seluruhnya?

namun alamat waktu tak menentu
surat dan diriku mesti sabar

di pelataran senja
kau dan aku dipertemukan
lalu dipisahkan
oleh waktu itu sendiri

Charlottetown, 11 Desember 2012


                                        

0 comments:

Post a Comment