"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Sunday, November 11, 2012

Selamat Ulang Tahun

5:13 PM Posted by Wawan Kurn 2 comments
Dedaunan berlomba-lomba menjatuhkan dirinya dari ranting yang siap beku. Semilir angin Charlottetown kian rajin hadir menyelamatkan daun untuk jatuh dengan pesona yang lebih indah di pandang. Sementara itu, sekumpulan senyum rajin lalu lalang kemudian memperhatikan suasana sekitar, tentang warna dedaunan dan batang pohon yang kekar. Mereka senang melangkahkan kakinya, menelusuri jejak panorama dedauan yang menghiasi jalan-jalan. Termasuk aku, yang senang berjalan atau bersepeda menikmati keadaan kota yang dipenuhi dengan bangunan-bangunan bersejarah, unik dan menawan. Kadang aku berhenti sejenak, mengeluarkan selembar kertas kemudian menulis beberapa kata yang kemudian berubah menjadi sajak mini. 

Berada lebih dari satu bulan di kota ini setidaknya membuat aku mulai merasakan perbedaan yang ada secara nyata. Tentang segala hal yang berbeda, mulai dari lingkungan, suhu, makanan, dan perilaku sehari-hari. Bila dibandingkan dengan Indonesia, jelas sekali berbeda. 

Di rumah Kevin dan Gwenth, selepas makan malam kami selalu minum teh dan kemudian melanjutkan nya dengan saling tukar cerita. Aku kadang bercerita tentang Indonesia, mulai dari negatif sampai positif Indonesia, kucoba jelaskan sesederhana mungkin. Hingga mereka berkata, 

"We have to go to Indonesia" kata Gwenth
   
"Yes, I would wait for you" sambil  aku melepas senyum

Sebulan disini membuat aku optimis, bahwa Indonesia tak seburuk apa yang aku bayangkan. Indonesia punya banyak hal yang tidak dimiliki bangsa lain, Kanada contohnya. Kekayaan Indonesia, tak ada duanya. Perbincangan tentang masa depan Indonesia sering menjadi bahan pembicaraan aku dan Eliot sebelum tidur. Kami berdua optimis untuk Indonesia, suatu saat akan membaik. #optimism.

***

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat, 9 November 2012 Alex berulang tahun. Alex memiliki pribadi yang menarik, dia energik senang berlari dan terlihat tak pernah lelah. Entah dari mana dia mendapatkan energi seperti itu? Namun, Alex adalah Kanadian yang menjadi teman aku berbincang sewaktu ingin menuju ke Tatamagauche. Kami mulai saling mengenal, selama perjalanan dia banyak bercerita. Kadang aku sulit mengartikan, sebab kecepatan berbicaranya cukuplah cepat. Hingga aku melihat dia mengularkan buku kecil bertuliskan "Bahasa Indonesia". Sebuah buku percakapan Indonesia-Inggris yang dia kantongi, keinginannya belajar bahasa Indonesia cukup kuat. 

Dia kesulitan menyebutkan namaku, sampai akhirnya dia bisa menyebutnya setelah aku mencari cara agar dia mudah mengingatnya. 

"You just remember the number one, Wan, Wa...Wan" jelasku
"Ok, Number One, Wa...Wan"
"Ya.., Ok"

"Number One, Right"

"Ya.., good job Alex"


Dia kemudian membuka-buka buku kecilnya lalu membaca,

"Nama tamen seya Wewan, Right?" 

Aku tersenyum, lalu menjelaskan sedikit cara pengucapan kalimat itu. Hingga akhirnya Alex bisa menyebut namaku dan kalimat itu dengan benar. Dia senang belajar Bahasa Indonesia, 

Sewaktu ke rumah Alex, kami mesti naik bus selama 30 menit kemudian berjalan kaki sekitar 40 menit dalam gelap malam dan dinginnya suhu 0 derajat celcius. Untungnya selama perjalanan, kami bercerita dan tertawa bersama hingga sedikit terasa lebih baik.



Namun lelah itu kemudian terobati sewaktu kami tiba. Ada kejutan menarik yang kami dapatkan. HostFam Alex dan Arga, menyiapkan masakan Indonesia, ada rendang, nasi goreng, soto ayam dan beberapa masakan lainnya. Wendy, HostFam Alex memasak dengan melihat buku masakan yang dia dapatkan dari peserta Indonesia tahun lalu. 

"Masakan ini mengobati kerinduan dengan makanan Indonesia" kata Sufi

"Besok Alex ulang tahun lagi" kata Dea sambil menikmati masakan Indonesia buatan Wendy

"Thanks Wendy..."

Kami berterima kasih atas jamuan makan malamnya. Pesta yang mengobati kerinduan akan makanan Indonesia. Setelah menikmati makanan itu, ada kue spesial yang disiapkan dan kado spesial untuk Alex. Suasana menjadi riuh dengan tepuk tangan dan lagu Selamat Ulang Tahun. Selanjutnya kami bernyanyi bersama, mulai dari lagu daerah hingga lagu barat. 


To be continued..





2 comments: