Harmonisasi

"Tepat sebulan ya?"

Aku bertanya pada diriku sendiri setelah melihat postingan di grup FB PPIK 2012-2013. Pertanyaan yang menanyakan perasaan setelah sebulan kami berada disini. 

5 September 2012, aku dan 26 orang kontingen Indonesia tiba di suatu persinggahan. 

Menjamah tanah yang penuh tanya. Dalam satu pertanyaan kemudian kurangkai dalam beberapa bait sajak. Cukup untuk mengajak kerinduan berkumpul. Sebab kupikir tak ada tempat yang pas untuk merangkai kata yang rindu selain sajak. 

Waktu selalu punya kejutan, hingga perasaan kadang menghiraukan nafas detik. Aku sempat lupa bila hari ini menggenapkan masa, untuk kusebut sebulan. 

Aku menyukai tempat ini, dengan semua yang Tuhan berikan. 

Aku bersyukur, Alhamdulillah. Namun, aku lebih menyukai Indonesia.

***

Pernah, kami berbincang saat berjalan menuju Murphy Center. 

"What do you think about good life?" tanyaku

"Eating, Sleeping, Traveling, Reading" jawabnya sambil tersenyum

Lalu malamnya, aku, Eliot kemudian berbincang lagi dengan Kevin dan Gwenth tentang "Good Life"

Mereka setuju dengan itu, traveling, reading. Namun mereka menambahkan "love", 

"love" kata Gwenth

Love is Cinta. 

Aku takut membicarakan cinta, seseorang pernah menyadarkan aku bahwa Cinta disini telah  hilang. 

Di lingkunganku, cinta menjadi sangat sempit dan tak pernah mekar dengan indah. Aku melihat beberapa orang menghilangkan cinta di ruangan yang semestinya cinta itu tumbuh hingga mekar. 

Aku juga mulai menghilangkan cinta dalam beberapa tulisanku. Sebab seseorang menasehatiku tentang makna itu, cinta bukan lagi kata yang mennyimpan rasa. Tapi telah kehilangan aromanya, dimana-mana orang meletakkan kata cinta tapi tak menaruh rasa dalam spasi yang ada. Kata itu dibiarkan lepas, hingga jatuh tanpa terasa menaruh kesan. Lewat buku, lagu-lagu anak band, sinetron, film, puisi, cinta itu bertebaran, benarkah cinta kehilangan aromanya?

***

Terjadi perubahan waktu disini, diundur satu jam mulai tanggal 4 November 2012. Ada perubahan kondisi, perbedaan waktu dengan rumahku di Indonesia pas 12 jam. Pagi tadi, aku menikmati perubahan waktu, seolah ada bonus satu jam lebih lama untuk beristirahat sebelum beraktivitas. Ditambah dengan hari libur, minggu pagi menjadi waktu untuk beristirahat atau bersama keluarga. 

Pagi tadi, aku dan Eliot tak punya plan untuk keluar rumah. Hanya sebatas menghabiskan bacaan yang ada, menikmati halaman-halaman buku kami yang kemarin kami beli di toko buku dekat rumah. Membaca saja sudah menjadi kegiatan yang menyenangkan, cukup untuk mengisi waktu istirahat. Plan hari ini, jika tidak membaca mungkin aku akan menulis. Aku duduk sambil menatap keluar jendela, melihat daun maple yang mulai jatuh meninggalkan rantingnya. 

Tiba-tiba, Eliot mengajakku keluar dari kamar dan turun bertemu dengan Kevin dan Gwenth. Ternyata ada makanan yang siap untuk disantap, sambil makan, aku bertanya pada Gwenth tentang nama dan apa bahannya. Kami sedikit bercerita, hingga Kevin dan Gwenth mengajak kami untuk keluar jalan bersama. 


Kami berjalan menuju Downtown, menuju salah satu restoran. Sedikit mendung, ada sedikit air yang menetes pagi tadi seolah akan turun hujan lebat, hingga Kevin membawa payung untuk kami. Meskipun pada akhirnya, tak ada hujan yang menyapa kami. Hanya angin yang sesekali menyapa, hingga kami menenggelamkan tangan kami bersama dalam saku jaket yang cukup menghangatkan. Sekitar 10 menit kami berjalan kaki, dan sampai di restoran. Semua bangku yang ada di restoran penuh, hingga kami harus menunggu beberapa menit. 

"Jangan khawatir dengan harga, nanti kami yang bayar" jelas Gwenth

"Alhamdulillah" aku berucap dalam hati. 

Awalnya aku sempat khawatir, setelah mendengar cerita salah seorang teman, "kalau HF mengajak keluar, belum tentu dibayarkan" katanya

"Sepertinya disini budaya traktir tidak seperti di Indonesia"

Beruntunglah aku dan Eliot bisa bersama Kevin dan Gwenth. 

"Mau minum apa? Kopi, Teh, Jus?" tanya Kevin

"Aku mau jus saja"

"Kalau makanan?"

"Yang ini saja" sambil menunjukkan nama di list menu

"Jangan, itu ada babinya" kata Kevin dan Gwenth

"Terima Kasih"

Beruntung, mereka selalu mengingatkan tentang itu. Di rumah pun demikian, semua terjaga. 

Pelayan kemudian datang, mencatat pesanan kami. "Mau minum apa?" tanya pelayan

"Jus alpokat ada?" kataku

"Oh, tidak ada" 

"Kalau begitu, cappuccino saja"

Setelah pelayan itu pergi,Kevin dan Gwenth kemudian bertanya tentang buah alpukat. Aku menjelaskan jikalau jus alpukat adalah jus favoritku. Hingga berlanjut menjadi cerita mengapa buah itu menjadi favoritku. 

Selepas dari restoran, Kevin dan Gwenth mengajak kami untuk berjalan menuju sebuah dermaga. Disana kita bisa melihat dedaunan yang mulai berubah warna di seberang pulau. Kami pun berfoto bersama. 


Ada banyak cerita yang mereka berikan pagi ini, 

Di perjalanan pulang, Gwenth mengajak kami bermain ayunan. Kemudian Kevin memotret kami, 



Di perjalanan pulang, aku sempat tersenyum melihat Kevin dan Gwenth sangat angin mulai rajin berhembus dan serasa ingin membekukan tangan kami. 

"Gwenth, kamu dingin?" tanya Kevin

"Iya, sedikit"

"Jaket kamu tak punya kantong ya? Pegang tangan saya supaya kamu hangat" Kevin mengeluarkan tangannya dari kantong jaket.

Mereka pun berpegangan tangan dengan mesra, baik di jalan, di meja makan, selalu ada kemesraan yang mekar dengan aromanya yang penuh harmoni. 

Mungkin karena pengeritan good life mereka menambahkan cinta, sehingga semuanya terlihat indah seperti itu. 

"Cinta adalah harmonisasi antara pikiran dan perasaan" itu rumusan baruku, 

Pelajaran yang kudapatkan hari ini dan bisa mewakili sebulan ini. Cakupan cinta disini mulai meluas, dan menjadi kuas di atas kanvasku, aku segera ingin melukiskan kata-kata nantinya. 

Sampai di rumah, kami melihat Sufi tengah menunggu pintu terbuka. Hari ini Sufi berkunjung, sekaligus menyelesaikan EAD dengan mewawancarai Gwenth. Selepas itu, Eliot ingin menghadiri seminar, kemudian Kevin mengantarnya. Gwenth pun keluar bersama Kevin dan Eliot, 

Aku dan Sufi di rumah, berencana untuk belajar masak. 

Masak Nasi goreng, Sufi mengajarkan aku cara memasak nasi goreng dengan bumbu seadanya. Tak sama di Indonesia. 

Tak lama kemudian, Kevin, Gwenth, dan Eliot datang. 

"Hay Wawan, ini ada sesuatu untuk kamu" kata Gwenth sambil memperlihatkan buah alpukat di tangannya.

Aku tersenyum, 

Rumusan baru hari ini adalah, "Belajar menemukan harmoni, untuk menemukan hidup yang lebih baik"



Kevin dan Gwenth serasa mengajarkan aku tentang itu, aroma cinta mereka Nature


11 comments:

Powered by Blogger.