Persinggahan Baru



“Kita akan melakukan perjalanan yang cukup jauh” ungkap perempuan sambil melahirkan senyum khasnya. Dia akan menjadi salah satu dari tiga PS program ini.

“Coba cek grup masing-masing”

“Siap Kak”

Sebentar lagi, kami akan berangkat menuju bandara Soekarno-Hatta. Beberapa kontingen masih mempersipkan koper yang berisikan bekal menuju Kanada, selama tiga bulan.  Para kontingen telah menunggu detik-detik seperti ini. Setelah beberapa bulan kemarin sempat dihinggapi rasa pesimis. Perasaan yang kadang terombang ambing dengan berita yang kadang tak menentu. Kabar yang semula bahwa program ini akan dibatalkan. Meskipun demikian, selalu saja ada kekuatan optimis yang terbangun dari para kontingen untuk tetap tenang dan bersemangat untuk menjalani segalanya.

Masih terbayang beberapa hari yang lalu, saat proses Pre Departure Training. Ada banyak hal yang kami dapatkan.

“We CANadaaa” diteriakkan bersama di beberapa sesi di Pre Departure Training.



Semangat kami membuncah, selalu saja ada perasan yang terjaga. Pre Departure Training yang berlangsung sejak 26 September hingga 4 Oktober membuat nuansa kekeluargaan terasa semakin dekat. Pre Departure Training menjadi salah program yang dilaksanakan sebelum keberangkatan para kontingen.  
Di Pre Departure Training , aku bertemu dengan berbagai karakter dengan energi positif yang kuat.   

***

Tiba di Bandara Soekarno – Hatta kurang lebih pukul 22:00 WIB, dan pesawat kami akan berangkat pada pukul 24:05 WIB. Perjalanan sekitar tiga jam perjalanan dari Wisma Soegondo PP-PON dinikmati dengan saling bertukar bahagia. Tercermin lewat cerita, tawa, dan senyum yang lahir.

“Kita akan berangkat kurang lebih 9 jam menuju Doha, Qatar”

Sehari sebelum PDT berakhir, panitia kemudian memastikan grup yang akan kami tempati. Aku menempati grup Charlottetown – Cikandang. Bersama delapan anggota lainnya, kami akan bersiap melakukan perjalanan yang aku yakini menyenangkan di tempat yang telah ditentukan. Dengan pesawat Qatar Airways, kami akan melakukan perjalan yang cukup jauh. Akhirnya kami melintasi langit oktober dengan cuaca yang bersahabat. Kami akan transit di Doha, selama tiga jam sebelum menuju Kanada.

Semua berjalan dengan baik. Aku dan delapan orang kemudian mendapat tugas masing-masing dari Kak Aan. Kak Aan adalah PS untuk tim kami, kami mulai untuk bekerjasama dalam tim baru ini. Aku di tugaskan untuk menjaga gitar tim, ada pula yang ditugaskan untuk memeriksa jumlah koper, mengambil troli, memeriksa paspor tim.

Kami kemudian tiba di Doha, sekitar jam empat subuh waktu setempat. Kami selanjutnya menunggu pemberangkatan menuju Motreal Kanada. Selama di Bandara International Qatar, aku singgah di Bookstore bersama Aditya Warman. Melihat buku-buku yang dipajang, dengan aturana yang terlihat rapi dan indah. Nama-nama penulis terkenal terpajang, deretan nama itu kemudian aku buka satu persatu. Belajar melihat gaya yang mereka miliki.

Setiap kali aku berkunjung ke toko buku, kemudian melihat jajaran buku para penulis hebat. Aku selalu bermain visualisasi, membayangkan bahwa akan ada buku yang kutuliskan dengan gayaku yang berbeda dari biasanya. Dan masuk dalam jajaran buku Best Seller. Akhirnya aku membeli buku karya Paulo Coelho denga judul “The Pilgrimage”. Pembelian buku itu aku catat di agendaku, sebagai barang pertama yang aku beli dengan menggunakan uang dollar.


Aku menceritakan hal tersebut kepada Adit, dan dia tersenyum. Adit juga menyukai buku, berjalan di jajaran lemari yang berisikan buku-buku dengan sampul penuh warna. Adit sebagai perwakilan DKI Jakarta banyak bercerita, aku juga melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya. Adit sudah beberapa kali ke luar negeri.

“Di bandara ini saya sudah tiga kali Wan”

“Dulu dengan siapa Bang?”

“Sendiri”

Adit senang melakukan perjalan sendiri ke luar negeri. Aku kurang tahu, berapa kali dia keluar negeri, yang jelas dia sudah pernah satu kali mengganti paspornya. Waktu selama transit dihabiskan dengan bercerita, ada juga yang asyik dengan kameranya. Mengambil gambar dari satu tempat ke tempat lain. Menikmati keadaan yang ada.

Pukul 9: 45 pagi waktu Doha, kami kemudian bersiap untuk menuju pesawat selanjutnya. Pesawat menuju Montreal, yang perjalananya kurang lebih 13 jam. Masih dengan pesawat Qatar Airways.

***


Tiba di Montreal pukul 3: 30 sore, kami di jemput perwakilan Canada World Youth, Mr. Breet. Kami pun berkenalan dengan Mr. Breet, dan makan siang bersama. Masih ada waktu selama enam jam sebelum pesawat selanjutnya tiba, kami akan menuju Halifax. Disana, kami ditunggu oleh beberapa peserta perwakilan Kanada. Sambil membagikan kami tiket pesawat menuju Halifax. Kami meninggalkan bandara Montreal pukul 9 malam. Dan tiba jam 11 malam waktu halifax, pesawat kami mendarat dengan aman.

Kami menikmati perjalanan ini, bersiap untuk merasakan warna persinggahan baru. 




4 comments:

  1. wahhh ceritanya menggantung. huhuhu.. aku tunggu lanjutannya kak hehehe...
    ka wawan dapat penempatan dmana di canada?

    ReplyDelete
  2. Saya tagih buku mu nanti klo pulang dri sana waann.. :)

    ReplyDelete
  3. Bukunya tidak lngsung jadi mba.., nnti butuh proses lagi.

    Doakan ya...

    ReplyDelete
  4. seru... pengalaman yang menarik dan luar biasa... hanya orang2 terpilih yang bisa kesana...
    selmat yaa..

    ReplyDelete

Powered by Blogger.