"Saya menulis untuk belajar mendengar dan menegur diri sendiri"

Friday, September 7, 2012

Paragraf Yang Rindu

7:55 AM Posted by Wawan Kurn 1 comment

“Dalam Kesulitan Pasti Ada Kemudahan

Dalam Kesukaran Pasti Ada Kelapangan”

(QS. Al-Insyrah: 5-6)

Rasa pesimis pernah bertandang dalam pikiranku, namun tidak dalam perasaanku.


“Rejeki tidak akan tertukar Wan” kata seorang kakak beberapa bulan yang lalu.


Sebuah kabar yang didampingi surat resmi hadir beberapa jam lalu, sebelum saya menuturkan kata per kata menjadi paragraf demi paragraf dalam tulisan ini. Kabar itu kemudian mengubah irama detak jantung yang beberapa bulan sempat terdengar sendu.


Waktu tak lama lagi akan mempertemukan saya dengan sekumpulan orang terpilih dari berbagai provinsi di Indonesia. Syukur tiada henti, saya bisa diberi kesempatan untuk bergabung dengan mereka.


Mereka yang nantinya akan jadi tempat saya belajar banyak hal.


***


Saya akan bertemu dengan mereka. Sekiranya tanggal 10 September 2012, hari itu tentu akan menjadi tanggal yang terkenang. Di hari yang kemudian mampu menjadikan kita semakin optimis. Kita sejenak akan berkumpul, berbincang, berkenalan langsung di dunia nyata lalu saling bertukar senyum. Rasa optimis yang terlihat dari status dan komentar teman-teman di Social media selama beberapa bulan terakhir ini akan terjalin rapi dalam dunia nyata. Akhirnya...


Kali ini ada paragraf yang bisa bertutur lepas serasa bebas, menjelaskan kerinduaan yang pernah bimbang. Hatinya gamang, namun akhirnya tenang.


Waktu senang mempertemukan, namun waktu juga senang memisahkan. Penerbangan dari timur ke barat sekitar dua jam mungkin akan menjadikan imajinasiku meloncat lebih ringan. Dia meloncat dari satu dimensi ke dimensi yang lain, memperkirakan warna yang teman-teman miliki dan berbagai hal yang akan teman-teman ajarkan padaku.


Di bulan september saya sering menakar. Menakar berbagai kemungkinan, yang sering memberontak. Di dalam kelas, ataupun dalam perpustakaan saya sering membaca materi tentang optimis, tentang rasa putus asa, dan rasa untuk kembali bangkit. Di hari ini, saya seolah kembali belajar dengan cara yang lebih nyata. Proses yang telah berlangsung melahirkan berbagai rasa. Namun kebersamaan telah menempatkan optimis dalam posisi tertinggi, menghempaskan lawannya yaitu pesimis.


Orang-orang sekitar rajin bertanya, kapan berangkat? Mungkin teman-teman juga sering mendapat pertanyaan serupa. Saya menjawab dengan optimis, dan pernah pesimis.


Saya bisa optimis karena tertular dari teman-teman. Setiap kali saya membuka grup PPIK 2012-2013, saya melihat teman-teman saling memotivasi. Inilah ruang sederhana, senang bisa menjadi bagian dari ruang itu. Tuhan memberikan bingkisan indah dengan mempertemukan kita dalam dimensi yang sama.Saya tidak sendiri, saya punya teman-teman yang telah saya anggap saudara sekaligus keluarga.


Seseorang pernah bilang bahwa darah lebih kental dari air, namun hubungan keluarga bukan selalu dikarenakan oleh hubungan darah. Proses yang nantinya akan kita jalani, akan menyenangkan. Saya percaya, sangat percaya bahwa teman-teman yang terpilih adalah orang pilihan dengan kemampuan positif yang kuat. Detak jantung menjadi lebih cepat, saat memikirkan masa yang membuat kita menjadi lebih dekat.


Sampai bertemu, dan saya akan belajar banyak hal dari teman-teman.



Teruntuk teman-teman PPIK 2012-2013, We CANadaaaaa!!!!!

1 comment:

  1. Gue jadi pengen menitikkan air mata deh..
    Jadi terkenang masa silam yang penuh ketimpangan. Semoga kita dipertemukan kembali pada waktu yang tepat.

    ReplyDelete